surah / surat : Al-Mu'minuun Ayat : 1
قَدْ
sesungguhnya
أَفْلَحَ
beruntunglah
ٱلْمُؤْمِنُونَ
orang-orang yang beriman
1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
Ayat : 2
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
هُمْ
mereka
فِى
dalam
صَلَاتِهِمْ
salat mereka
خَٰشِعُونَ
orang-orang yang khusyu`
2. (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya,
SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Abu Hatim mengetengahkan hadis ini melalui Ibnu Sirin secara Mursal, bahwasanya para sahabat selalu menengadahkan mukanya ke langit jika mereka salat, kemudian turunlah ayat ini. Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melalui sahabat Umar yang menceritakan, bahwa ia pernah mengatakan, " Aku bersesuaian dengan Rabbku dalam empat perkara; antara lain sewaktu firman-Nya berikut ini diturunkan, 'Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.' (Q.S. Al Mu'minun, 12). Kemudian aku mengatakan, 'Maka Maha Suci Allah, Pencipta Yang Paling Baik.' (Q.S. Al Mu'minun, 14)."
Ayat : 3
وَٱلَّذِينَ
dan orang-orang yang
هُمْ
mereka
عَنِ
dari
ٱللَّغْوِ
perbuatan tak berguna
مُعْرِضُونَ
mereka berpaling/menjauhkan diri
3. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,
Ayat : 4
وَٱلَّذِينَ
dan orang-orang yang
هُمْ
mereka
لِلزَّكَوٰةِ
pada zakat
فَٰعِلُونَ
mengerjakan/menunaikan
4. dan orang-orang yang menunaikan zakat,
Ayat : 5
وَٱلَّذِينَ
dan orang-orang yang
هُمْ
mereka
لِفُرُوجِهِمْ
pada kemaluan mereka
حَٰفِظُونَ
mereka memelihara/menjaga
5. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,
Ayat : 6
إِلَّا
kecuali
عَلَىٰٓ
atas/terhadap
أَزْوَٰجِهِمْ
isteri-isteri mereka
أَوْ
atau
مَا
apa (budak)
مَلَكَتْ
memiliki
أَيْمَٰنُهُمْ
tangan kanan mereka
فَإِنَّهُمْ
maka sesungguhnya mereka
غَيْرُ
budak/tidak
مَلُومِينَ
tercela
6. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki [995]; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. [995]. Maksudnya: budak-budak belian yang didapat dalam peperangan dengan orang kafir, bukan budak belian yang didapat di luar peperangan. Dalam peperangan dengan orang-orang kafir itu, wanita-wanita yang ditawan biasanya dibagi-bagikan kepada kaum Muslimin yang ikut dalam peperangan itu, dan kebiasan ini bukanlah suatu yang diwajibkan. Imam boleh melarang kebiasaan ini lihat selanjutnya not. 282.
Ayat : 7
فَمَنِ
maka barangsiapa
ٱبْتَغَىٰ
ia mencari
وَرَآءَ
belakang (selain)
ذَٰلِكَ
demikian itu
فَأُو۟لَٰٓئِكَ
maka mereka itu
هُمُ
mereka
ٱلْعَادُونَ
melampaui batas
7. Barangsiapa mencari yang di balik itu [996] maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. [996]. Maksudnya: zina, homosexueel, dan sebagainya.
Ayat : 8
وَٱلَّذِينَ
dan orang-orang yang
هُمْ
mereka
لِأَمَٰنَٰتِهِمْ
pada amanat mereka
وَعَهْدِهِمْ
dan janji mereka
رَٰعُونَ
mereka memelihara
8. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.
Ayat : 9
وَٱلَّذِينَ
dan orang-orang yang
هُمْ
mereka
عَلَىٰ
atas
صَلَوَٰتِهِمْ
salat mereka
يُحَافِظُونَ
mereka menjaga/memelihara
9. dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.
Ayat : 10
أُو۟لَٰٓئِكَ
mereka itu
هُمُ
mereka
ٱلْوَٰرِثُونَ
orang-orang yang mewarisi
10. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,
Ayat : 11
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
يَرِثُونَ
(mereka) akan mewarisi
ٱلْفِرْدَوْسَ
surga Firdaus
هُمْ
mereka
فِيهَا
didalamnya
خَٰلِدُونَ
mereka kekal
11. (ya'ni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.
Ayat : 12
وَلَقَدْ
dan sesungguhnya
خَلَقْنَا
Kami telah menciptakan
ٱلْإِنسَٰنَ
manusia
مِن
dari
سُلَٰلَةٍ
sari pati
مِّن
dari
طِينٍ
tanah
12. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.
SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melalui Said ibnu Jubair yang menceritakan, bahwa tersebutlah orang-orang Quraisy selalu bagadang di sekitar Kakbah, tetapi mereka tidak melakukan tawaf ke sekelilingnya, dan mereka hanya membangga-banggakannya saja. Maka Allah menurunkan firman-Nya, "Dengan membanggakan diri terhadap Alquran itu dan mengucapkan perkataan-perkataan keji terhadapnya di waktu kalian bercakap-cakap di malam hari." (Q.S. Al Mu'minun, 67).
Ayat : 13
ثُمَّ
kemudian
جَعَلْنَٰهُ
Kami jadikannya
نُطْفَةً
air mani
فِى
dalam
قَرَارٍ
tempat
مَّكِينٍ
kuat/kokoh
13. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).
Ayat : 14
ثُمَّ
kemudian
خَلَقْنَا
Kami ciptakan
ٱلنُّطْفَةَ
air mani
عَلَقَةً
segumpal darah
فَخَلَقْنَا
lalu Kami ciptakan
ٱلْعَلَقَةَ
segumpal darah
مُضْغَةً
segumpal daging
فَخَلَقْنَا
lalu Kami ciptakan
ٱلْمُضْغَةَ
segumpal daging
عِظَٰمًا
tulang
فَكَسَوْنَا
lalu Kami bungkus
ٱلْعِظَٰمَ
tulang itu
لَحْمًا
daging
ثُمَّ
kemudian
أَنشَأْنَٰهُ
Kami tumbuhkan/jadikan
خَلْقًا
makhluk
ءَاخَرَ
lain
فَتَبَارَكَ
maka Maha Besar/Suci
ٱللَّهُ
Allah
أَحْسَنُ
paling baik
ٱلْخَٰلِقِينَ
pencipta
14. Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.
Ayat : 15
ثُمَّ
kemudian
إِنَّكُم
sesungguhnya kamu
بَعْدَ
sesudah
ذَٰلِكَ
demikian/itu
لَمَيِّتُونَ
pasti mati
15. Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati.
Ayat : 16
ثُمَّ
kemudian
إِنَّكُمْ
sesungguhnya kamu
يَوْمَ
pada hari
ٱلْقِيَٰمَةِ
kiamat
تُبْعَثُونَ
kamu akan dibangkitkan
16. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat.
Ayat : 17
وَلَقَدْ
dan sesungguhnya
خَلَقْنَا
Kami telah menciptakan
فَوْقَكُمْ
di atas kamu
سَبْعَ
tujuh
طَرَآئِقَ
jalan-jalan
وَمَا
dan tidak sekali-kali
كُنَّا
Kami adalah
عَنِ
dari/terhadap
ٱلْخَلْقِ
ciptaan
غَٰفِلِينَ
lalai/lengah
17. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atas kamu tujuh buah jalan (tujuh buah langit); dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami).
Ayat : 18
وَأَنزَلْنَا
dan Kami turunkan
مِنَ
dari
ٱلسَّمَآءِ
langit
مَآءًۢ
air
بِقَدَرٍ
dengan kadar/menurut ukuran
فَأَسْكَنَّٰهُ
lalu Kami tempatkan/simpan
فِى
di
ٱلْأَرْضِ
bumi
وَإِنَّا
dan sesungguhnya Kami
عَلَىٰ
atas
ذَهَابٍۭ
menghilangkannya
بِهِۦ
dengannya
لَقَٰدِرُونَ
sungguh berkuasa
18. Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.
Ayat : 19
فَأَنشَأْنَا
maka Kami tumbuhkan
لَكُم
untuk kamu
بِهِۦ
dengannya
جَنَّٰتٍ
kebun-kebun
مِّن
dari
نَّخِيلٍ
korma
وَأَعْنَٰبٍ
dan anggur
لَّكُمْ
untuk kamu
فِيهَا
didalamnya
فَوَٰكِهُ
buah-buahan
كَثِيرَةٌ
yang banyak
وَمِنْهَا
dan dari padanya
تَأْكُلُونَ
kamu makan
19. Lalu dengan air itu, Kami tumbuhkan untuk kamu kebun-kebun kurma dan anggur; di dalam kebun-kebun itu kamu peroleh buah-buahan yang banyak dan sebahagian dari buah-buahan itu kamu makan,
Ayat : 20
وَشَجَرَةً
dan pohon
تَخْرُجُ
ia keluar
مِن
dari
طُورِ
gunung
سَيْنَآءَ
Thursina
تَنۢبُتُ
ia tumbuh
بِٱلدُّهْنِ
dengan minyak
وَصِبْغٍ
dan bumbu/lauk
لِّلْءَاكِلِينَ
bagi orang-orang yang makan
20. dan pohon kayu keluar dari Thursina (pohon zaitun), yang menghasilkan minyak, dan pemakan makanan bagi orang-orang yang makan.
Ayat : 21
وَإِنَّ
dan sesungguhnya
لَكُمْ
bagi kamu
فِى
pada
ٱلْأَنْعَٰمِ
binatang ternak
لَعِبْرَةً
sungguh pelajaran
نُّسْقِيكُم
Kami memberi minum kamu
مِّمَّا
dari apa (air susu)
فِى
dalam
بُطُونِهَا
perutnya
وَلَكُمْ
dan bagi kamu
فِيهَا
didalamnya/padanya
مَنَٰفِعُ
beberapa kemanfaatan
كَثِيرَةٌ
yang banyak
وَمِنْهَا
dan dari padanya
تَأْكُلُونَ
kamu makan
21. Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu, Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya, dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu, dan sebagian daripadanya kamu makan,
Ayat : 22
وَعَلَيْهَا
dan diatasnya
وَعَلَى
dan di atas
ٱلْفُلْكِ
perahu
تُحْمَلُونَ
kamu dibawa/diangkut
22. dan di atas punggung binatang-binatang ternak itu dan (juga) di atas perahu-perahu kamu diangkut.
Ayat : 23
وَلَقَدْ
dan sesungguhnya
أَرْسَلْنَا
Kami telah mengutus
نُوحًا
Nuh
إِلَىٰ
kepada
قَوْمِهِۦ
kaumnya
فَقَالَ
lalu dia berkata
يَٰقَوْمِ
???
ٱعْبُدُوا۟
sembahlah
ٱللَّهَ
Allah
مَا
tidak ada
لَكُم
bagimu
مِّنْ
dari
إِلَٰهٍ
tuhan
غَيْرُهُۥٓ
selain Dia
أَفَلَا
apakah maka
تَتَّقُونَ
kamu bertakwa
23. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah oleh kamu Allah, (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?"
Ayat : 24
فَقَالَ
maka berkatalah
ٱلْمَلَؤُا۟
pemuka-pemuka
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
كَفَرُوا۟
(mereka) kafir
مِن
dari
قَوْمِهِۦ
kaumnya
مَا
tidaklah
هَٰذَآ
ini
إِلَّا
melainkan
بَشَرٌ
seorang manusia
مِّثْلُكُمْ
seperti kamu
يُرِيدُ
dia menghendaki
أَن
bahwa
يَتَفَضَّلَ
dia lebih utama/tinggi
عَلَيْكُمْ
atas kamu
وَلَوْ
dan sekiranya
شَآءَ
menghendaki
ٱللَّهُ
Allah
لَأَنزَلَ
tentu Dia menurunkan
مَلَٰٓئِكَةً
Malaikat
مَّا
tidak/belum
سَمِعْنَا
kami dengar
بِهَٰذَا
dengan ini
فِىٓ
pada
ءَابَآئِنَا
bapak-bapak kami
ٱلْأَوَّلِينَ
orang-orang terdahulu
24. Maka pemuka-pemuka orang yang kafir di antara kaumnya menjawab: "Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, yang bermaksud hendak menjadi seorang yang lebih tinggi dari kamu. Dan kalau Allah menghendaki, tentu Dia mengutus beberapa orang malaikat. Belum pernah kami mendengar (seruan yang seperti) ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu.
Ayat : 25
إِنْ
jika
هُوَ
dia
إِلَّا
kecuali/hanyalah
رَجُلٌۢ
seorang laki-laki
بِهِۦ
dengannya
جِنَّةٌ
gila
فَتَرَبَّصُوا۟
maka tunggulah
بِهِۦ
dengannya/terhadapnya
حَتَّىٰ
sehingga/sampai
حِينٍ
suatu waktu
25. la tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang berpenyakit gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai suatu waktu."
Ayat : 26
قَالَ
(Nuh) berkata
رَبِّ
ya Tuhanku
ٱنصُرْنِى
tolonglah aku
بِمَا
dengan apa/karena
كَذَّبُونِ
mereka mendustakan aku
26. Nuh berdo'a: "Ya Tuhanku, tolonglah aku [997], karena mereka mendustakan aku." [997]. Pertolongan yang dipermohonkan oleh Nuh kepada Allah ialah membinasakan kaumnya sehabis-habisnya. Lihat selanjutnya surat (71) Nuh ayat 26.
Ayat : 27
فَأَوْحَيْنَآ
maka Kami wahyukan
إِلَيْهِ
kepadanya
أَنِ
agar
ٱصْنَعِ
buatlah
ٱلْفُلْكَ
perahu
بِأَعْيُنِنَا
dengan pengawasan Kami
وَوَحْيِنَا
dan wahyu/petunjuk Kami
فَإِذَا
maka apabila
جَآءَ
telah datang
أَمْرُنَا
perintah kami
وَفَارَ
dan telah memancar
ٱلتَّنُّورُ
tanur
فَٱسْلُكْ
maka masukkanlah
فِيهَا
didalamnya (perahu ini)
مِن
dari
كُلٍّ
tiap-tiap
زَوْجَيْنِ
sepasang/sejodoh
ٱثْنَيْنِ
dua
وَأَهْلَكَ
dari keluargamu
إِلَّا
kecuali
مَن
orang
سَبَقَ
lebih dahulu
عَلَيْهِ
atasnya
ٱلْقَوْلُ
perkataan/ketetapan
مِنْهُمْ
diantara mereka
وَلَا
dan jangan
تُخَٰطِبْنِى
kamu bicarakan dengan Aku
فِى
dalam/tentang
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
ظَلَمُوٓا۟
(mereka) zalim
إِنَّهُم
sesungguhnya mereka
مُّغْرَقُونَ
mereka ditenggelamkan
27. Lalu Kami wahyukan kepadanya: "Buatlah bahtera di bawah penilikan dan petunjuk Kami, maka apabila perintah Kami telah datang dan tanur [998] telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam bahtera itu sepasang dari tiap-tiap (jenis), dan (juga) keluargamu, kecuali orang yang telah lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa azab) di antara mereka. Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim, karena sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan. [998]. Yang dimaksud dengan "tanur" ialah semacam alat pemasak roti yang diletakkan di dalam tanah terbuat dari tanah liat, biasanya tidak ada air di dalamnya. Terpancarnya air di dalam tanur itu menjadi suatu alamat bahwa banjir besar akan melanda negeri itu.
Ayat : 28
فَإِذَا
maka apabila
ٱسْتَوَيْتَ
kami telah berada
أَنتَ
kamu
وَمَن
dan orang
مَّعَكَ
bersamamu
عَلَى
di atas
ٱلْفُلْكِ
perahu
فَقُلِ
maka katakan/ucapkanlah
ٱلْحَمْدُ
segala puji
لِلَّهِ
bagi Allah
ٱلَّذِى
yang
نَجَّىٰنَا
telah menyelamatkan kami
مِنَ
dari
ٱلْقَوْمِ
kaum
ٱلظَّٰلِمِينَ
orang-orang yang zalim
28. Apabila kamu dan orang-orang yang bersamamu telah berada di atas bahtera itu, maka ucapkanlah: "Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang-orang yang zalim."
Ayat : 29
وَقُل
dan katakanlah/berdo'alah
رَّبِّ
ya Tuhanku
أَنزِلْنِى
turunkanlah aku
مُنزَلًا
tempat turun
مُّبَارَكًا
yang diberkati
وَأَنتَ
dan Engkau
خَيْرُ
sebaik-baik
ٱلْمُنزِلِينَ
pemberi tempat turun
29. Dan berdo'alah: Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik Yang memberi tempat."
Ayat : 30
إِنَّ
sesungguhnya
فِى
pada
ذَٰلِكَ
yang demikian
لَءَايَٰتٍ
sungguh tanda-tanda
وَإِن
dan sesungguhnya
كُنَّا
Kami adalah
لَمُبْتَلِينَ
sungguh menguji/menimpakan azab
30. Sesungguhnya pada (kejadian) itu benar-benar terdapat beberapa tanda (kebesaran Allah), dan sesungguhnya Kami menimpakan azab (kepada kaum Nuh itu).
Ayat : 31
ثُمَّ
kemudian
أَنشَأْنَا
Kami tumbuhkan/ciptakan
مِنۢ
dari
بَعْدِهِمْ
sesudah mereka
قَرْنًا
ummat/generasi
ءَاخَرِينَ
yang lain
31. Kemudian, Kami jadikan sesudah mereka umat yang lain [999]. [999]. Maksudnya: kaum 'Ad-sebagai yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dan itulah yang dipegangi oleh jumhur mufassirin, dan rasul yang diutus dalam kalangan mereka yang disebut dalam ayat 32 berikut ialah Nabi Hud a.s.
Ayat : 32
فَأَرْسَلْنَا
maka Kami utus
فِيهِمْ
kepada mereka
رَسُولًا
seorang Rasul
مِّنْهُمْ
dari mereka
أَنِ
agar
ٱعْبُدُوا۟
sembahlah
ٱللَّهَ
Allah
مَا
tidak ada
لَكُم
bagimu
مِّنْ
dari
إِلَٰهٍ
Tuhan
غَيْرُهُۥٓ
selain Dia
أَفَلَا
apakah maka tidak
تَتَّقُونَ
kamu bertakwa
32. Lalu Kami utus kepada mereka, seorang rasul dari kalangan mereka sendiri (yang berkata): "Sembahlah Allah oleh kamu sekalian, sekali-kali tidak ada Tuhan selain daripada-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya).
Ayat : 33
وَقَالَ
dan berkata
ٱلْمَلَأُ
pemuka-pemuka
مِن
dari
قَوْمِهِ
kaumnya
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
كَفَرُوا۟
(mereka) kafir
وَكَذَّبُوا۟
dan mereka mendustakan
بِلِقَآءِ
dengan menemui
ٱلْءَاخِرَةِ
hari akhirat
وَأَتْرَفْنَٰهُمْ
dan Kami mewahkan mereka
فِى
dalam
ٱلْحَيَوٰةِ
kehidupan
ٱلدُّنْيَا
dunia
مَا
tidaklah
هَٰذَآ
ini
إِلَّا
melainkan
بَشَرٌ
seorang manusia
مِّثْلُكُمْ
seperti kamu
يَأْكُلُ
ia makan
مِمَّا
dari apa yang
تَأْكُلُونَ
kamu makan
مِنْهُ
dari padanya
وَيَشْرَبُ
dan ia minum
مِمَّا
dari apa yang
تَشْرَبُونَ
kamu minum
33. Dan berkatalah pemuka-pemuka yang kafir di antara kaumnya dan yang mendustakan akan menemui hari akhirat (kelak) dan yang telah Kami mewahkan mereka dalam kehidupan di dunia: "(Orang) ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, dia makan dari apa yang kamu makan, dan meminum dari apa yang kamu minum.
Ayat : 34
وَلَئِنْ
dan jika
أَطَعْتُم
kamu mentaati
بَشَرًا
manusia
مِّثْلَكُمْ
seperti kamu
إِنَّكُمْ
sesungguhnya kamu
إِذًا
jika demikian
لَّخَٰسِرُونَ
sungguh orang-orang yang merugi
34. Dan sesungguhnya jika kamu sekalian mentaati manusia yang seperti kamu, niscaya bila demikian, kamu benar-benar (menjadi) orang-orang yang merugi.
Ayat : 35
أَيَعِدُكُمْ
apakah ia menjanjikan kepadamu
أَنَّكُمْ
bahwasanya kamu
إِذَا
apabila
مِتُّمْ
kamu telah mati
وَكُنتُمْ
dan kamu adalah/menjadi
تُرَابًا
tanah
وَعِظَٰمًا
dan tulang
أَنَّكُم
sesungguhnya kamu
مُّخْرَجُونَ
dikeluarkan
35. Apakah ia menjanjikan kepada kamu sekalian, bahwa bila kamu telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang belulang, kamu sesungguhnya akan dikeluarkan (dari kuburmu) [1000]?, [1000]. Maksudnya; dikeluarkan dalam keadaan hidup sebagai waktu di dunia.
Ayat : 36
هَيْهَاتَ
jauh
هَيْهَاتَ
jauh
لِمَا
terhadap apa
تُوعَدُونَ
kamu dijanjikan
36. jauh, jauh sekali (dari kebenaran) apa yang diancamkan kepada kamu itu,
Ayat : 37
إِنْ
jika/tidaklah
هِىَ
ia
إِلَّا
melainkan
حَيَاتُنَا
kehidupan kita
ٱلدُّنْيَا
di dunia
نَمُوتُ
kita mati
وَنَحْيَا
dan kita hidup
وَمَا
dan tidaklah
نَحْنُ
kami/kita
بِمَبْعُوثِينَ
dengan dibangkitkan
37. kehidupan itu tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, kita mati dan kita hidup [1001] dan sekali-kali tidak akan dibangkitkan lagi, [1001]. maksudnya: di samping sebagian dari manusia meninggal dunia, maka ada manusia yang lain dilahirkan.
Ayat : 38
إِنْ
tidaklah
هُوَ
ia
إِلَّا
melainkan
رَجُلٌ
seorang laki-laki
ٱفْتَرَىٰ
ia mengada-adakan
عَلَى
atas
ٱللَّهِ
Allah
كَذِبًا
kebohongan
وَمَا
dan tidaklah
نَحْنُ
kami
لَهُۥ
kepadanya
بِمُؤْمِنِينَ
dengan orang-orang yang beriman
38. Ia tidak lain hanyalah seorang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, dan kami sekali-kali tidak akan beriman kepadanya".
Ayat : 39
قَالَ
(Rasul) berkata/berdo'a
رَبِّ
ya Tuhanku
ٱنصُرْنِى
tolonglah aku
بِمَا
dengan apa/karena
كَذَّبُونِ
mereka mendustakan aku
39. Rasul itu berdo'a: "Ya Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendustakanku."
Ayat : 40
قَالَ
(Allah) berfirman
عَمَّا
dalam waktu
قَلِيلٍ
sedikit
لَّيُصْبِحُنَّ
sungguh mereka akan menjadi
نَٰدِمِينَ
orang-orang yang menyesal
40. Allah berfirman: "Dalam sedikit waktu lagi pasti mereka akan menjadi orang-orang yang menyesal."
Ayat : 41
فَأَخَذَتْهُمُ
maka mengambil/menimpa mereka
ٱلصَّيْحَةُ
suara yang mengguntur
بِٱلْحَقِّ
dengan baik
فَجَعَلْنَٰهُمْ
lalu Kami jadikan mereka
غُثَآءً
sampah/daun kering
فَبُعْدًا
maka jauh/kebinasaan
لِّلْقَوْمِ
bagi kaum
ٱلظَّٰلِمِينَ
orang-orang yang zalim
41. Maka dimusnahkanlah mereka oleh suara yang mengguntur dengan hak dan Kami jadikan mereka (sebagai) sampah banjir [1002] maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang zalim itu. [1002]. Maksudnya: demikian buruknya akibat mereka, sampai mereka tiada berdaya sedikitpun, tak obahnya sebagai sampah yang dihanyutkan banjir, padahal tadinya mereka bertubuh besar-besar dan kuat-kuat.
Ayat : 42
ثُمَّ
kemudian
أَنشَأْنَا
Kami tumbuhkan/jadikan
مِنۢ
dari
بَعْدِهِمْ
sesudah mereka
قُرُونًا
ummat-ummat/generasi
ءَاخَرِينَ
yang lain
42. Kemudian Kami ciptakan sesudah mereka umat-umat yang lain [1003]. [1003]. Maksudnya: kaum Nabi Saleh, kaum Nabi Luth, dan kaum Nabi Syu'aib.
Ayat : 43
مَا
tidak
تَسْبِقُ
mendahului
مِنْ
dari
أُمَّةٍ
suatu ummat
أَجَلَهَا
ajalnya
وَمَا
dan tidak
يَسْتَـْٔخِرُونَ
mereka terlambat
43. Tidak (dapat) sesuatu umatpun mendahului ajalnya, dan tidak (dapat pula) mereka terlambat (dari ajalnya itu).
Ayat : 44
ثُمَّ
kemudian
أَرْسَلْنَا
Kami utus
رُسُلَنَا
Rasul-rasul kami
تَتْرَا
berturut-turut
كُلَّ
setiap
مَا
apa-apa
جَآءَ
datang
أُمَّةً
ummat
رَّسُولُهَا
Rasulnya
كَذَّبُوهُ
mereka mendustakannya
فَأَتْبَعْنَا
maka kami iringkan
بَعْضَهُم
sebagian mereka
بَعْضًا
sebagian yang lain
وَجَعَلْنَٰهُمْ
dan Kami jadikan mereka
أَحَادِيثَ
buah tutur/ceritera
فَبُعْدًا
maka jauh/kebinasaan
لِّقَوْمٍ
bagi kaum
لَّا
tidak
يُؤْمِنُونَ
mereka beriman
44. Kemudian Kami utus (kepada umat-umat itu) rasul-rasul Kami berturut-turut. Tiap-tiap seorang rasul datang kepada umatnya, umat itu mendustakannya, maka Kami perikutkan sebagian mereka dengan sebagian yang lain [1004]. Dan Kami jadikan mereka buah tutur (manusia), maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang tidak beriman. [1004]. Maksudnya: oleh karena masing-masing umat itu mendustakan rasul-Nya, maka Allah membinasakan mereka dengan berturut-turut.
Ayat : 45
ثُمَّ
kemudian
أَرْسَلْنَا
Kami utus
مُوسَىٰ
Musa
وَأَخَاهُ
dan saudaranya
هَٰرُونَ
Harun
بِـَٔايَٰتِنَا
dengan ayat-ayat kami
وَسُلْطَٰنٍ
dan kekuasaan/keterangan
مُّبِينٍ
yang nyata
45. Kemudian Kami utus Musa dan saudaranya Harun dengan membawa tanda-tanda (Kebesaran) Kami, dan bukti yang nyata [1005], [1005]. Yang dimaksud tanda-tanda kebesaran Allah dan bukti yang nyata dalam ayat ini ialah: mu'jizat Nabi Musa yang sembilan buah, lihat not 869.
Ayat : 46
إِلَىٰ
kepada
فِرْعَوْنَ
Fir'aun
وَمَلَإِي۟هِۦ
dan pemuka-pemukanya
فَٱسْتَكْبَرُوا۟
maka/tetapi mereka takabur
وَكَانُوا۟
dan adalah mereka
قَوْمًا
kaum
عَالِينَ
tinggi/sombong
46. kepada Fir'aun dan pembesar-pembesar kaumnya, maka mereka ini takbur dan mereka adalah orang-orang yang sombong.
Ayat : 47
فَقَالُوٓا۟
maka mereka berkata
أَنُؤْمِنُ
apakah kita akan beriman
لِبَشَرَيْنِ
kepada kedua manusia/orang
مِثْلِنَا
seperti kita
وَقَوْمُهُمَا
dan/sedang kaum keduanya
لَنَا
kepada kita
عَٰبِدُونَ
mereka mengabdikan diri
47. Dan mereka berkata: "Apakah (patut) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita (juga), padahal kaum mereka (Bani Israil) adalah orang-orang yang menghambakan diri kepada kita?"
Ayat : 48
فَكَذَّبُوهُمَا
maka mereka mendustakan keduanya
فَكَانُوا۟
maka adalah mereka
مِنَ
dari/termasuk
ٱلْمُهْلَكِينَ
orang-orang yang binasa
48. Maka (tetaplah) mereka mendustakan keduanya, sebab itu mereka adalah termasuk orang-orang yang dibinasakan.
Ayat : 49
وَلَقَدْ
dan sesungguhnya
ءَاتَيْنَا
Kami telah datangkan/memberikan
مُوسَى
Musa
ٱلْكِتَٰبَ
Kitab
لَعَلَّهُمْ
agar mereka
يَهْتَدُونَ
mereka mendapat petunjuk
49. Dan sesungguhnya telah Kami berikan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, agar mereka (Bani Israil) mendapat petunjuk.
Ayat : 50
وَجَعَلْنَا
dan Kami jadikan
ٱبْنَ
anak
مَرْيَمَ
Maryam
وَأُمَّهُۥٓ
dan ibunya
ءَايَةً
bukti
وَءَاوَيْنَٰهُمَآ
dan Kami melindungi keduanya
إِلَىٰ
di
رَبْوَةٍ
tempat tinggi yang datar
ذَاتِ
mempunyai
قَرَارٍ
padang rumput
وَمَعِينٍ
dan mata air
50. Dan telah Kami jadikan (Isa) putera Maryam beserta ibunya suatu bukti yang nyata bagi (kekuasaan Kami), dan Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir [1006]. [1006]. Yaitu: suatu tempat di PaIestina.
Ayat : 51
يَٰٓأَيُّهَا
wahai
ٱلرُّسُلُ
para Rasul
كُلُوا۟
makanlah
مِنَ
dari
ٱلطَّيِّبَٰتِ
yang baik-baik
وَٱعْمَلُوا۟
dan kerjakanlah
صَٰلِحًا
kebajikan/saleh
إِنِّى
sesungguhnya Aku
بِمَا
dengan/terhadap apa
تَعْمَلُونَ
kamu kerjakan
عَلِيمٌ
Maha Mengetahui
51. Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saIeh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Ayat : 52
وَإِنَّ
dan sesungguhnya
هَٰذِهِۦٓ
ini
أُمَّتُكُمْ
ummat kamu/agama kamu
أُمَّةً
ummat/agama
وَٰحِدَةً
yang satu
وَأَنَا۠
dan Aku
رَبُّكُمْ
Tuhan kamu
فَٱتَّقُونِ
maka bertakwalah kepada-Ku
52. Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu [1007], dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku. [1007]. Lihat not surat Al Anbiya (21) ayat 92.
Ayat : 53
فَتَقَطَّعُوٓا۟
maka mereka berputus-putus/pecah-pecah
أَمْرَهُم
urusan mereka
بَيْنَهُمْ
diantara mereka
زُبُرًا
pecahan/golongan
كُلُّ
tiap-tiap
حِزْبٍۭ
golongan
بِمَا
dengan apa
لَدَيْهِمْ
di sisi mereka
فَرِحُونَ
mereka gembira/bangga
53. Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing).
Ayat : 54
فَذَرْهُمْ
maka biarkanlah mereka
فِى
dalam
غَمْرَتِهِمْ
kesesatan mereka
حَتَّىٰ
hingga/sampai
حِينٍ
suatu waktu
54. Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu.
Ayat : 55
أَيَحْسَبُونَ
apakah mereka mengira
أَنَّمَا
bahwasanya hanyalah
نُمِدُّهُم
Kami memanjangkan/memberikan mereka
بِهِۦ
dengannya
مِن
dari
مَّالٍ
harta
وَبَنِينَ
dan anak-anak
55. Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa),
Ayat : 56
نُسَارِعُ
Kami menyegerakan
لَهُمْ
kepada mereka
فِى
dalam
ٱلْخَيْرَٰتِ
kebaikan
بَل
bahkan/tetapi
لَّا
tidak
يَشْعُرُونَ
mereka sadar
56. Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar [1008]. [1008]. Lihat surat (9) At Taubah ayat 55, dan lihat surat (3) Ali Imran ayat 178.
surah / surat : Al-Mu'minuun Ayat : 57
mp3
إِنَّ
sesungguhnya
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
هُم
mereka
مِّنْ
dari/karena
خَشْيَةِ
takut
رَبِّهِم
Tuhan mereka
مُّشْفِقُونَ
mereka berhati-hati/menjaga diri
57. Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka,
Ayat : 58
وَٱلَّذِينَ
dan orang-orang yang
هُم
mereka
بِـَٔايَٰتِ
dengan/kepada ayat-ayat
رَبِّهِمْ
Tuhan mereka
يُؤْمِنُونَ
mereka beriman
58. Dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka,
Ayat : 59
وَٱلَّذِينَ
dan orang-orang yang
هُم
mereka
بِرَبِّهِمْ
dengan Tuhan mereka
لَا
tidak
يُشْرِكُونَ
mereka mempersekutukan
59. Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apapun),
Ayat : 60
وَٱلَّذِينَ
dan orang-orang yang
يُؤْتُونَ
(mereka) memberikan
مَآ
apa
ءَاتَوا۟
yang mereka berikan
وَّقُلُوبُهُمْ
dan hati mereka
وَجِلَةٌ
takut
أَنَّهُمْ
sesungguhnya mereka
إِلَىٰ
kepada
رَبِّهِمْ
Tuhan mereka
رَٰجِعُونَ
mereka kembali
60. Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka [1009], [1009]. Maksudnya: karena tahu bahwa mereka akan kembali kepada Tuhan untuk dihisab, maka mereka khawatir kalau-kalau pemberian-pemberian (sedekah-sedekah) yang mereka berikan, dan amal ibadah yang mereka kerjakan itu tidak diterima Tuhan.
Ayat : 61
أُو۟لَٰٓئِكَ
mereka itu
يُسَٰرِعُونَ
mereka bersegera
فِى
dalam
ٱلْخَيْرَٰتِ
kebaikan
وَهُمْ
dan mereka
لَهَا
kepadanya
سَٰبِقُونَ
mereka berlomba
61. mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya [1010]. [1010]. Maksudnya: orang-orang yang mempunyai sifat-sifat yang disebutkan dalam ayat-ayat 57, 58, 59, dan 60 itulah yang bersegera untuk mendapatkan kebaikan-kebaikan, dan kebaikan-kebaikan itu akan diberikan kepeda mereka dengan segera sejak di dunia ini.
Ayat : 62
وَلَا
dan tidak
نُكَلِّفُ
Kami membebani
نَفْسًا
seseorang
إِلَّا
melainkan
وُسْعَهَا
keluasannya/kesanggupannya
وَلَدَيْنَا
dan di sisi Kami
كِتَٰبٌ
sebuah kitab
يَنطِقُ
ia mengucap/bicara
بِٱلْحَقِّ
dengan benar
وَهُمْ
dan mereka
لَا
tidak
يُظْلَمُونَ
mereka dianiaya
62. Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran [1011], dan mereka tidak dianiaya. [1011]. Maksudnya: Kitab tempat malaikat-malaikat menuliskan perbuatan-perbuatan seseorang, biarpun buruk atau baik, yang akan dibacakan di hari kiamat (Lihat surat (45) Al-Jatsiyah ayat 29).
Ayat : 63
بَلْ
bahkan
قُلُوبُهُمْ
hati mereka
فِى
dalam
غَمْرَةٍ
kesesatan
مِّنْ
dari
هَٰذَا
ini
وَلَهُمْ
dan bagi
أَعْمَٰلٌ
perbuatan-perbuatan
مِّن
dari
دُونِ
selain
ذَٰلِكَ
itu
هُمْ
mereka
لَهَا
kepadanya
عَٰمِلُونَ
mereka mengerjakan
63. Tetapi hati orang-orang kafir itu dalam kesesatan dari (memahami kenyataan) ini, dan mereka banyak mengerjakan perbuatan-perbuatan (buruk) selain daripada itu, mereka tetap mengerjakannya.
Ayat : 64
حَتَّىٰٓ
sehingga
إِذَآ
apabila
أَخَذْنَا
Kami ambil/timpakan
مُتْرَفِيهِم
hidup mewah diantara mereka
بِٱلْعَذَابِ
dengan azab
إِذَا
tiba-tiba
هُمْ
mereka
يَجْـَٔرُونَ
mereka memekik
64. Hingga apabila Kami timpakan azab [1012], kepada orang-orang yang hidup mewah di antara mereka, dengan serta merta mereka memekik minta tolong. [1012]. Maksudnya azab di akhirat.
Ayat : 65
لَا
jangan
تَجْـَٔرُوا۟
kamu memekik
ٱلْيَوْمَ
hari ini
إِنَّكُم
sesungguhnya kamu
مِّنَّا
dari Kami
لَا
tidak
تُنصَرُونَ
kamu ditolong
65. Janganlah kamu memekik minta tolong pada hari ini. Sesungguhnya kamu tiada akan mendapat pertolongan dari Kami.
Ayat : 66
قَدْ
sesungguhnya
كَانَتْ
adalah
ءَايَٰتِى
ayat-ayat-Ku
تُتْلَىٰ
dibacakan
عَلَيْكُمْ
atas/kepadamu
فَكُنتُمْ
maka kamu adalah
عَلَىٰٓ
atas
أَعْقَٰبِكُمْ
tumitmu/kebelakang
تَنكِصُونَ
kamu surut/berpaling
66. Sesungguhnya ayat-ayatKu (Al-Qur'an) selalu dibacakan kepada kamu sekalian, maka kamu selalu berpaling ke belakang,
Ayat : 67
مُسْتَكْبِرِينَ
orang-orang sombong
بِهِۦ
dengannya
سَٰمِرًا
bercakap-cakap
تَهْجُرُونَ
kamu ucapkan perkataan keji
67. dengan menyombongkan diri terhadap Al-Qur'an itu dan mengucapkan perkataan-perkataan keji terhadapnya di waktu kamu bercakap-cakap di malam hari.
Ayat : 68
أَفَلَمْ
apakah maka tidak
يَدَّبَّرُوا۟
mereka memperhatikan
ٱلْقَوْلَ
perkataan
أَمْ
atau
جَآءَهُم
telah datang mereka
مَّا
apa
لَمْ
yang tidak
يَأْتِ
datang
ءَابَآءَهُمُ
bapak-bapak mereka
ٱلْأَوَّلِينَ
orang-orang dahulu
68. Maka apakah mereka tidak memperhatikan perkataan (Kami), atau apakah telah datang kepada mereka apa yang tidak pernah datang kepada nenek moyang mereka dahulu?
Ayat : 69
أَمْ
atau
لَمْ
tidak
يَعْرِفُوا۟
mereka mengenal
رَسُولَهُمْ
Rasul mereka
فَهُمْ
maka mereka
لَهُۥ
kepadanya
مُنكِرُونَ
mereka memungkiri
69. Ataukah mereka tidak mengenal rasul mereka, karena itu mereka memungkirinya?
Ayat : 70
أَمْ
atau
يَقُولُونَ
mereka berkata
بِهِۦ
padanya
جِنَّةٌۢ
penyakit gila
بَلْ
bahkan
جَآءَهُم
dia datang mereka
بِٱلْحَقِّ
dengan kebenaran
وَأَكْثَرُهُمْ
dan kebanyakan mereka
لِلْحَقِّ
kepada kebenaran
كَٰرِهُونَ
mereka benci
70. Atau (apakah patut) mereka berkata: "Padanya (Muhammad) ada penyakit gila." Sebenarnya dia telah membawa kebenaran kepada mereka, dan kebanyakan mereka benci kepada kebenaran itu.
Ayat : 71
وَلَوِ
dan sekiranya
ٱتَّبَعَ
mengikuti/menuruti
ٱلْحَقُّ
kebenaran
أَهْوَآءَهُمْ
hawa nafsu mereka
لَفَسَدَتِ
tentu rusaklah
ٱلسَّمَٰوَٰتُ
langit
وَٱلْأَرْضُ
dan bumi
وَمَن
dan orang/apa-apa
فِيهِنَّ
didalamnya
بَلْ
bahkan
أَتَيْنَٰهُم
Kami telah mendatangkan kepada mereka
بِذِكْرِهِمْ
dengan pengajaran mereka
فَهُمْ
maka (tetapi) mereka
عَن
dari
ذِكْرِهِم
pengajaran mereka
مُّعْرِضُونَ
mereka berpaling
71. Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al-Qur'an) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.
Ayat : 72
أَمْ
atau
تَسْـَٔلُهُمْ
kamu meminta kepada mereka
خَرْجًا
ganti rugi/upah
فَخَرَاجُ
maka ganti rugi/upah
رَبِّكَ
Tuhanmu
خَيْرٌ
lebih baik
وَهُوَ
dan Dia
خَيْرُ
sebaik-baik
ٱلرَّٰزِقِينَ
pemberi rezeki
72. Atau kamu meminta upah kepada mereka?", maka upah dari Tuhanmu [1013] adalah lebih baik, dan Dia adalah Pemberi rezki Yang Paling Baik. [1013]. Yang dimaksudkan upah dari Tuhan ialah rezki yang dianugrahkan Tuhan di dunia, dan pahala di akhirat.
Ayat : 73
وَإِنَّكَ
dan sesungguhnya kamu
لَتَدْعُوهُمْ
benar-benar kamu menyeru mereka
إِلَىٰ
kepada
صِرَٰطٍ
jalan
مُّسْتَقِيمٍ
lurus
73. Dan sesungguhnya kamu benar-benar menyeru mereka kepada jalan yang lurus.
Ayat : 74
وَإِنَّ
dan sesungguhnya
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
لَا
(mereka) tidak
يُؤْمِنُونَ
beriman
بِٱلْءَاخِرَةِ
dengan/kepada akhirat
عَنِ
dari
ٱلصِّرَٰطِ
jalan
لَنَٰكِبُونَ
sungguh mereka menyimpang
74. Dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat benar-benar menyimpang dari jalan (yang lurus).
Ayat : 75
وَلَوْ
dan kalau
رَحِمْنَٰهُمْ
Kami belas kasihani mereka
وَكَشَفْنَا
dan Kami hilangkan
مَا
apa yang
بِهِم
dengan mereka (mereka alami)
مِّن
dari
ضُرٍّ
bahaya
لَّلَجُّوا۟
tentu mereka terus menerus
فِى
dalam
طُغْيَٰنِهِمْ
kedurhakaan mereka
يَعْمَهُونَ
mereka bingung/terombang-ambing
75. Andaikata mereka Kami belas kasihani, dan Kami lenyapkan kemudharatan yang mereka alami [1014], benar-benar mereka akan terus menerus terombang-ambing dalam keterlaluan [1015] mereka. [1014]. Maksudnya: bahaya kelaparan. Pernah kaum musyrikin itu mengalami kelaparan, karena tidak datangnya bahan makanan dari Yaman, ke Mekah, sedang Mekah dengan sekitarnyapun dalam keadaan paceklik, hingga amat melaratlah mereka di waktu itu. [1015]. Yang dimaksud dengan "thughyaan" (keterlaluan) dalam ayat ini ialah kekafiran yang sangat, kesombongan dan permusuhan terhadap Nabi Muhammad SAW dan kaum muslimin yang kesemuanya telah melampaui batas perikemanusiaan.
Ayat : 76
وَلَقَدْ
dan sesungguhnya
أَخَذْنَٰهُم
Kami telah menimpakan mereka
بِٱلْعَذَابِ
dengan azab
فَمَا
maka (tetapi)
ٱسْتَكَانُوا۟
mereka tidak tunduk
لِرَبِّهِمْ
kepada Tuhan mereka
وَمَا
dan tidak
يَتَضَرَّعُونَ
mereka merendahkan diri
76. Dan sesungguhnya Kami telah pernah menimpakan azab kepada mereka [1016], maka mereka tidak tunduk kepada Tuhan mereka, dan (juga) tidak memohon (kepada-Nya) dengan merendahkan diri. [1016]. Yang dimaksud dengan azab tersebut antara lain kekalahan mereka pada peperangan Badar, yang dalam peperangan itu orang-orang yang terkemuka dari mereka banyak terbunuh atau ditawan, dan musim kering yang menimpa mereka, hingga mereka menderita kelaparan. (lihat not ayat 75 surat ini).
Ayat : 77
حَتَّىٰٓ
sehingga
إِذَا
apabila
فَتَحْنَا
Kami bukakan
عَلَيْهِم
atas mereka
بَابًا
pintu-pintu
ذَا
mempunyai/yang ada
عَذَابٍ
azab
شَدِيدٍ
sangat keras
إِذَا
tiba-tiba
هُمْ
mereka
فِيهِ
didalamnya
مُبْلِسُونَ
orang-orang berputus asa
77. Hingga apabila Kami bukakan untuk mereka suatu pintu tempat azab yang amat sangat (di waktu itulah) tiba-tiba mereka menjadi putus asa.
Ayat : 78
وَهُوَ
dan Dia
ٱلَّذِىٓ
yang
أَنشَأَ
mengadakan/menciptakan
لَكُمُ
untukmu
ٱلسَّمْعَ
pendengaran
وَٱلْأَبْصَٰرَ
dan penglihatan
وَٱلْأَفْـِٔدَةَ
dan hati
قَلِيلًا
sedikit
مَّا
apa-apa
تَشْكُرُونَ
berterima kasih
78. Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur [1017]. [1017]. Yang dimaksud dengan bersyukur di ayat ini ialah menggunakan alat-alat tersebut untuk memperhatikan bukti-bukti kebesaran dan keesaan Tuhan, yang dapat membawa mereka beriman kepada Allah s.w.t. serta taat dan patuh kepada-Nya. Kaum musyrikin memang tidak berbuat demikian.
Ayat : 79
وَهُوَ
dan Dia
ٱلَّذِى
yang
ذَرَأَكُمْ
mengembangbiakan kamu
فِى
di
ٱلْأَرْضِ
muka bumi
وَإِلَيْهِ
dan kepada-Nya
تُحْشَرُونَ
kamu dikumpulkan
79. Dan Dialah yang menciptakan serta mengembang biakkan kamu di bumi ini dan kepada-Nyalah kamu akan dihimpunkan.
Ayat : 80
وَهُوَ
dan Dia
ٱلَّذِى
yang
يُحْىِۦ
menghidupkan
وَيُمِيتُ
dan yang mematikan
وَلَهُ
baginya
ٱخْتِلَٰفُ
perselisihan/pertukaran
ٱلَّيْلِ
malam
وَٱلنَّهَارِ
dan siang
أَفَلَا
apakah maka tidak
تَعْقِلُونَ
kamu berakal/berfikir
80. Dan Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dialah yang (mengatur) pertukaran malam dan siang. Maka apakah kamu tidak memahaminya?
Ayat : 81
بَلْ
bahkan
قَالُوا۟
mereka mengatakan
مِثْلَ
seperti
مَا
apa
قَالَ
berkata
ٱلْأَوَّلُونَ
orang-orang terdahulu
81. Sebenarnya mereka mengucapkan perkataan yang serupa dengan perkataan yang diucapkan oleh orang-orang dahulu kala.
Ayat : 82
قَالُوٓا۟
mereka berkata
أَءِذَا
apakah apabila
مِتْنَا
kami nanti
وَكُنَّا
dan kami adalah/menjadi
تُرَابًا
tanah/debu
وَعِظَٰمًا
dan tulang
أَءِنَّا
apakah sesungguhnya kami
لَمَبْعُوثُونَ
pasti dibangkitkan
82. Mereka berkata: "Apakah betul, apabila kami telah mati dan kami telah menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan ?
Ayat : 83
لَقَدْ
sesungguhnya
وُعِدْنَا
kami diancam
نَحْنُ
kami
وَءَابَآؤُنَا
dan bapak-bapak kami
هَٰذَا
ini
مِن
dari
قَبْلُ
sebelum
إِنْ
jika/tidak lain
هَٰذَآ
ini
إِلَّآ
kecuali
أَسَٰطِيرُ
ceritera/dongeng
ٱلْأَوَّلِينَ
orang-orang dahulu
83. Sesungguhnya kami dan bapak-bapak kami telah diberi ancaman (dengan) ini [1018] dahulu, ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu kala!". [1018]. Maksudnya diancam dengan hari berbangkit.
Ayat : 84
قُل
katakanlah
لِّمَنِ
kepunyaan siapakah
ٱلْأَرْضُ
bumi
وَمَن
dan orang/apa-apa
فِيهَآ
didalamnya
إِن
jika
كُنتُمْ
kamu adalah
تَعْلَمُونَ
kamu mengetahui
84. Katakanlah: "Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?"
Ayat : 85
سَيَقُولُونَ
mereka akan mengatakan
لِلَّهِ
kepunyaan Allah
قُلْ
katakanlah
أَفَلَا
apakah maka tidak
تَذَكَّرُونَ
kamu ingat
85. Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah." Katakanlah: "Maka apakah kamu tidak ingat?"
Ayat : 86
قُلْ
katakanlah
مَن
siapa
رَّبُّ
pemelihara
ٱلسَّمَٰوَٰتِ
langit
ٱلسَّبْعِ
tujuh
وَرَبُّ
dan pemelihara
ٱلْعَرْشِ
'Aras'
ٱلْعَظِيمِ
yang besar
86. Katakanlah: "Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya 'Arsy yang besar?"
Ayat : 87
سَيَقُولُونَ
mereka akan mengatakan
لِلَّهِ
kepunyaan Allah
قُلْ
katakanlah
أَفَلَا
apakah maka tidak
تَتَّقُونَ
kamu bertakwa
87. Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah." Katakanlah: "Maka apakah kamu tidak bertakwa?"
Ayat : 88
قُلْ
katakanlah
مَنۢ
siapakah
بِيَدِهِۦ
ditangan-Nya
مَلَكُوتُ
kekuasaan
كُلِّ
segala/tiap-tiap
شَىْءٍ
sesuatu
وَهُوَ
dan Dia
يُجِيرُ
Dia melindungi
وَلَا
dan tidak
يُجَارُ
dilindungi
عَلَيْهِ
atas-Nya
إِن
jika
كُنتُمْ
kamu adalah
تَعْلَمُونَ
kamu mengetahui
88. Katakanlah: "Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya, jika kamu mengetahui?"
Ayat : 89
سَيَقُولُونَ
mereka akan mengatakan
لِلَّهِ
kepunyaan Allah
قُلْ
katakanlah
فَأَنَّىٰ
maka bagaimana
تُسْحَرُونَ
kamu ditipu
89. Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah." Katakanlah: "(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu?"
Ayat : 90
بَلْ
bahkan
أَتَيْنَٰهُم
Kami telah mendatangkan kepada mereka
بِٱلْحَقِّ
dengan kebenaran
وَإِنَّهُمْ
dan sesungguhnya mereka
لَكَٰذِبُونَ
sungguh mereka mendustakan
90. Sebenarnya Kami telah membawa kebenaran [1019] kepada mereka, dan sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta. [1019]. Yang dimaksud dengan "kebenaran" dalam ayat ini ialah kepercayaan tentang tauhid dan hari berbangkit.
Ayat : 91
مَا
tidak
ٱتَّخَذَ
mengambil
ٱللَّهُ
Allah
مِن
dari
وَلَدٍ
anak
وَمَا
dan tidak
كَانَ
ada
مَعَهُۥ
bersamanya
مِنْ
dari
إِلَٰهٍ
Tuhan
إِذًا
jika demikian
لَّذَهَبَ
tentu pergi/membawa
كُلُّ
masing-masing
إِلَٰهٍۭ
tuhan
بِمَا
dengan apa
خَلَقَ
Dia ciptakan
وَلَعَلَا
dan mengalahkan
بَعْضُهُمْ
sebagian mereka
عَلَىٰ
atas
بَعْضٍ
sebagian yang lain
سُبْحَٰنَ
Maha Suci
ٱللَّهِ
Allah
عَمَّا
dari apa
يَصِفُونَ
mereka sifatkan
91. Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu,
Ayat : 92
عَٰلِمِ
yang mengetahui
ٱلْغَيْبِ
yang gaib
وَٱلشَّهَٰدَةِ
dan yang nampak
فَتَعَٰلَىٰ
maka Maha Tinggi Dia
عَمَّا
dari apa
يُشْرِكُونَ
mereka persekutukan
92. Yang mengetahui semua yang ghaib [1020] dan semua yang nampak, maka Maha Tinggilah Dia dari apa yang mereka persekutukan. [1020]. Lihat not 14.
Ayat : 93
قُل
katakanlah
رَّبِّ
ya Tuhanku
إِمَّا
adapun/jika
تُرِيَنِّى
Engkau memperlihatkan kepadaku
مَا
apa
يُوعَدُونَ
mereka diancam
93. Katakanlah: "Ya Tuhanku, jika Engkau sungguh-sungguh hendak memperlihatkan kepadaku azab yang diancamkan kepada mereka,
Ayat : 94
رَبِّ
Ya Tuhanku
فَلَا
maka janganlah
تَجْعَلْنِى
Engkau jadikan aku
فِى
dalam/diantara
ٱلْقَوْمِ
kaum
ٱلظَّٰلِمِينَ
orang-orang yang zalim
94. ya Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku berada di antara orang-orang yang zalim."
Ayat : 95
وَإِنَّا
dan sesungguhnya Kami
عَلَىٰٓ
untuk
أَن
(bahwa)
نُّرِيَكَ
memperlihatkan kepadamu
مَا
apa
نَعِدُهُمْ
Kami ancamkan kepada mereka
لَقَٰدِرُونَ
benar-benar kuasa
95. Dan sesungguhnya Kami benar-benar kuasa untuk memperlihatkan kepadamu apa yang Kami ancamkan kepada mereka.
Ayat : 96
ٱدْفَعْ
tolaklah
بِٱلَّتِى
dengan yang
هِىَ
ia
أَحْسَنُ
lebih baik
ٱلسَّيِّئَةَ
kejahatan
نَحْنُ
Kami
أَعْلَمُ
lebih mengetahui
بِمَا
dengan/tentang apa
يَصِفُونَ
mereka sifatkan
96. Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan [1021]. [1021]. Maksudnya: perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan kaum musyrikin yang tidak baik itu hendaklah dihadapi oleh Nabi dengan yang baik, umpama dengan mema'afkannya, asal tidak membawa kepada kelemahan dan kemunduran da'wah.
Ayat : 97
وَقُل
dan katakanlah
رَّبِّ
ya Tuhanku
أَعُوذُ
aku berlindung
بِكَ
kepada Engkau
مِنْ
dari
هَمَزَٰتِ
bisikan
ٱلشَّيَٰطِينِ
syaitan
97. Dan katakanlah: "Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan.
Ayat : 98
وَأَعُوذُ
dan aku berlindung
بِكَ
kepada Engkau
رَبِّ
ya Tuhanku
أَن
bahwa
يَحْضُرُونِ
mereka hadir kepadaku
98. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku."
Ayat : 99
حَتَّىٰٓ
sehingga
إِذَا
apabila
جَآءَ
datang
أَحَدَهُمُ
seseorang dari mereka
ٱلْمَوْتُ
kematian
قَالَ
ia berkata
رَبِّ
ya Tuhanku
ٱرْجِعُونِ
kembalikan aku
99. (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia) [1022], [1022]. Maksudnya: orang-orang kafir di waktu menghadapi sakratil maut, minta supaya diperpanjang umur mereka, agar mereka dapat beriman.
Ayat : 100
لَعَلِّىٓ
supaya aku
أَعْمَلُ
aku beramal/berbuat
صَٰلِحًا
kebaikan/saleh
فِيمَا
dalam apa/dalam hal
تَرَكْتُ
aku tinggalkan
كَلَّآ
sekali-kali tidak
إِنَّهَا
sesungguhnya ia
كَلِمَةٌ
perkataan
هُوَ
dia
قَآئِلُهَا
ucapannya
وَمِن
dan dari
وَرَآئِهِم
belakang mereka (dihadapan)
بَرْزَخٌ
dinding
إِلَىٰ
sampai
يَوْمِ
hari
يُبْعَثُونَ
mereka dibangkitkan
100. agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan [1023]. [1023]. Maksudnya: mereka sekarang telah menghadapi suatu kehidupan baru, yaitu kehidupan dalam kubur, yang membatasi antara dunia dan akhirat.
Ayat : 101
فَإِذَا
maka apabila
نُفِخَ
ditiup
فِى
di/pada
ٱلصُّورِ
sangkakala
فَلَآ
maka tidak
أَنسَابَ
pertalian nasib
بَيْنَهُمْ
diantara mereka
يَوْمَئِذٍ
pada hari itu
وَلَا
dan tidak
يَتَسَآءَلُونَ
mereka bertanya-tanya
101. Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu [1024], dan tidak ada pula mereka saling bertanya. [1024]. Maksudnya: pada hari kiamat itu, manusia tidak dapat tolong menolong walaupun dalam kalangan sekeluarga.
Ayat : 102
فَمَن
maka barangsiapa
ثَقُلَتْ
berat
مَوَٰزِينُهُۥ
timbangannya
فَأُو۟لَٰٓئِكَ
maka mereka itu
هُمُ
mereka
ٱلْمُفْلِحُونَ
orang-orang yang beruntung
102. Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan)nya [1025], maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan. [1025]. Maksudnya: orang-orang mu'min yang beramal saleh.
Ayat : 103
وَمَنْ
dan barangsiapa
خَفَّتْ
ringan
مَوَٰزِينُهُۥ
timbangannya
فَأُو۟لَٰٓئِكَ
maka mereka itu
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
خَسِرُوٓا۟
(mereka) merugikan
أَنفُسَهُمْ
diri mereka sendiri
فِى
dalam
جَهَنَّمَ
neraka Jahannam
خَٰلِدُونَ
mereka kekal
103. Dan barangsiapa yang ringan timbangannya [1026], maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam. [1026]. Maksudnya: orang-orang kafir, karena kepercayaan dan amal mereka tidak dihargai oleh Allah di hari kiamat itu. Lihat ayat 105, surat (18) Al Kahfi.
Ayat : 104
تَلْفَحُ
membakar
وُجُوهَهُمُ
muka-muka mereka
ٱلنَّارُ
api neraka
وَهُمْ
dan mereka
فِيهَا
didalamnya
كَٰلِحُونَ
bermuka masam/keadaan cacat
104. Muka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat.
Ayat : 105
أَلَمْ
apakah
تَكُنْ
tidak ada/tidakkah
ءَايَٰتِى
ayat-ayat-Ku
تُتْلَىٰ
dibacakan
عَلَيْكُمْ
atasmu
فَكُنتُم
maka adalah kamu
بِهَا
dengannya
تُكَذِّبُونَ
kamu mendustakan
105. Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu sekalian, tetapi kamu selalu mendustakannya?
Ayat : 106
قَالُوا۟
mereka berkata
رَبَّنَا
ya Tuhan kami
غَلَبَتْ
telah mengalahkan/menguasai
عَلَيْنَا
atas kami
شِقْوَتُنَا
kecelakaan/kejahatan kami
وَكُنَّا
dan kami adalah/menjadi
قَوْمًا
kaum
ضَآلِّينَ
orang-orang yang sesat
106. Mereka berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan adalah kami orang-orang yang sesat.
Ayat : 107
رَبَّنَآ
ya Tuhan kami
أَخْرِجْنَا
keluarkanlah kami
مِنْهَا
dari padanya
فَإِنْ
maka jika
عُدْنَا
kami kembali
فَإِنَّا
maka sesungguhnya kami
ظَٰلِمُونَ
orang-orang yang zalim
107. Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami daripadanya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim."
Ayat : 108
قَالَ
(Allah) berfirman
ٱخْسَـُٔوا۟
tinggallah dengan hina
فِيهَا
didalamnya
وَلَا
dan janganlah
تُكَلِّمُونِ
kamu berbicara dengan-Ku
108. Allah berfirman: "Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.
Ayat : 109
إِنَّهُۥ
sesungguhnya
كَانَ
adalah
فَرِيقٌ
segolongan
مِّنْ
dari
عِبَادِى
hamba-hamba-Ku
يَقُولُونَ
mereka berkata
رَبَّنَآ
ya Tuhan kami
ءَامَنَّا
kami telah beriman
فَٱغْفِرْ
maka ampunilah
لَنَا
bagi kami
وَٱرْحَمْنَا
dan berilah kami rahmat
وَأَنتَ
dan Engkau
خَيْرُ
sebaik-baik
ٱلرَّٰحِمِينَ
Pemberi rahmat
109. Sesungguhnya, ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdo'a (di dunia): "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik.
Ayat : 110
فَٱتَّخَذْتُمُوهُمْ
maka kamu menjadikan mereka
سِخْرِيًّا
buah ejekan
حَتَّىٰٓ
sehingga
أَنسَوْكُمْ
melupakan kamu
ذِكْرِى
mengingat Aku
وَكُنتُم
dan kamu adalah
مِّنْهُمْ
dari mereka
تَضْحَكُونَ
kamu mentertawakan
11O. Lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan, sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat Aku, dan adalah kamu selalu mentertawakan mereka,
Ayat : 111
إِنِّى
sesungguhnya Aku
جَزَيْتُهُمُ
Aku memberi balasan mereka
ٱلْيَوْمَ
hari ini
بِمَا
dengan apa/karena
صَبَرُوٓا۟
mereka sabar
أَنَّهُمْ
sesungguhnya mereka
هُمُ
mereka
ٱلْفَآئِزُونَ
orang-orang yang menang
ا
111. Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka di hari ini, karena kesabaran mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang [1027]." [1027]. Maksud ayat 108, 110 dan 111 ialah bahwa orang-orang kafir itu diperintahkan tinggal tetap di neraka dan tidak boleh berbicara dengan Allah, karena mereka selalu mengejek-ejek orang-orang yang beriman, berdo'a kepada Allah supaya diberi ampun dan rahmat.
Ayat : 112
قَٰلَ
(Allah) berfirman
كَمْ
berapa
لَبِثْتُمْ
kamu tinggal
فِى
di
ٱلْأَرْضِ
bumi
عَدَدَ
bilangan
سِنِينَ
tahun
112. Allah bertanya: "Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?"
Ayat : 113
قَالُوا۟
mereka berkata
لَبِثْنَا
kami tinggal
يَوْمًا
sehari
أَوْ
atau
بَعْضَ
sebagian/setengah
يَوْمٍ
hari
فَسْـَٔلِ
maka tanyakanlah
ٱلْعَآدِّينَ
orang-orang yang menghitung
113. Mereka menjawab: "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung."
Ayat : 114
قَٰلَ
(Allah) berfirman
إِن
tidaklah
لَّبِثْتُمْ
kamu tinggal
إِلَّا
melainkan
قَلِيلًا
sedikit/sebentar
لَّوْ
sekiranya
أَنَّكُمْ
bahwasanya kamu
كُنتُمْ
adalah kamu
تَعْلَمُونَ
kamu mengetahui
114. Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui [1028]" [1028]. Maksudnya: mereka hendaknya harus mengetahui bahwa hidup di dunia itu hanyalah sebentar saja, sebab itu mereka seharusnya janganlah hanya mencurahkan perhatian kepada urusan duniawi saja.
Ayat : 115
أَفَحَسِبْتُمْ
apakah kamu mengira
أَنَّمَا
bahwasanya hanyalah
خَلَقْنَٰكُمْ
Kami menciptakan kamu
عَبَثًا
main-main
وَأَنَّكُمْ
dan bahwasanya
إِلَيْنَا
kepada Kami
لَا
tidak
تُرْجَعُونَ
kamu dikembalikan
115. Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?
Ayat : 116
فَتَعَٰلَى
maka Maha Tinggi
ٱللَّهُ
Allah
ٱلْمَلِكُ
Raja
ٱلْحَقُّ
sebenarnya
لَآ
tidak ada
إِلَٰهَ
tuhan
إِلَّا
melainkan
هُوَ
Dia
رَبُّ
Tuhan Pemelihara
ٱلْعَرْشِ
'Arasy
ٱلْكَرِيمِ
yang mulia
116. Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) 'Arsy yang mulia.
Ayat : 117
وَمَن
dan barangsiapa
يَدْعُ
berseru/menyembah
مَعَ
bersama/di samping
ٱللَّهِ
Allah
إِلَٰهًا
tuhan
ءَاخَرَ
lain
لَا
tidak ada
بُرْهَٰنَ
dalil/beralasan
لَهُۥ
baginya
بِهِۦ
dengannya/tentang itu
فَإِنَّمَا
maka sesungguhnya hanyalah
حِسَابُهُۥ
perhitungannya
عِندَ
di sisi
رَبِّهِۦٓ
Tuhannya
إِنَّهُۥ
sesungguhnya ia
لَا
tidak
يُفْلِحُ
beruntung
ٱلْكَٰفِرُونَ
orang-orang kafir
117. Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.
Ayat : 118
وَقُل
dan katakanlah
رَّبِّ
ya Tuhanku
ٱغْفِرْ
berilah ampunan
وَٱرْحَمْ
dan rahmat
وَأَنتَ
dan Engkau
خَيْرُ
sebaik-baik
ٱلرَّٰحِمِينَ
Pemberi Rahmat
118. Dan katakanlah: "Ya Tuhanku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling baik."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar