Sabtu, 22 Maret 2014

Sahih Bukhari Bab Wudlu

  132.  dari Hammam bin Munabbih bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata, "Rasulullah  shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak akan diterima shalat seseorang yang berhadats  hingga dia berwudlu." Seorang laki-laki dari Hadlramaut berkata, "Apa yang dimaksud  dengan hadats wahai Abu Hurairah?" Abu Hurairah menjawab, "Kentut baik dengan suara  atau tidak." 

  134. dari Sa'id bin Al Musayyab. (dalam jalur  lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami 'Abbad bin Tamim dari Pamannya, bahwa  ada seseorang yang mengadukan keraguannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi  wasallam, bahwa seakan-akan ia mendapatkan sesuatu dalam shalatnya. Beliau lalu  bersabda: "Janganlah kamu pindah atau pergi hingga kamu mendengar suara atau mencium  baunya." 

  135. dari Ibnu 'Abbas,  bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidur sampai mendengkur kemudian bangun dan  mengerjakan shalat. Atau ia mengatakan, "Nabi berbaring hingga mendengkur, kemudian  beliau berdiri shalat. Kemudian Sufyan secara berturut-turut meriwayatkan hadits tersebut  kepada kami, dari 'Amru dari Kuraib dari Ibnu 'Abbas ia berkata, "Pada suatu malam aku  pernah menginap di rumah bibiku, Maimunah, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu  melaksanakan shalat malam. Hingga pada suatu malam, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam  bangun dan berwudlu dari bejana kecil dengan wudlu yang ringan, setelah itu berdiri dan  shalat. Aku lalu ikut berwudlu' dari bejana yang beliau gunakan untuk wudlu', kemudian aku  menghampiri beliau dan ikut shalat di sisi kirinya -Sufyan juga menyebutkan sebelah kiri-,  beliau lalu menggeser aku ke sisi kanannya. Setelah itu beliau shalat sesuai yang  dikehendakinya, kemudian beliau berbaring dan tidur hingga mendengkur. Kemudian  seorang tukang adzan datang memberitahukan beliau bahwa waktu shalat telah tiba, beliau  lalu pergi bersamanya dan shalat tanpa berwudlu lagi." Kami lalu katakan kepada Amru,  "Orang-orang mengatakan bahwa mata Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidur, namun  tidak dengan hatinya." Amru lalu berkata, "Aku pernah mendengar Ubaid bin Umair berkata,  "Mimpinya para Nabi adalah wahyu." Kemudian ia membaca: '(Sesungguhnya aku bermimpi  bahwa aku akan menyembelihmu..) ' (Qs. Ash Shaaffat: 102). 

  136. dari Usamah bin Zaid bahwa ia  mendengarnya berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertolak meninggalkan  'Arafah hingga setelah sampai di lembah (jalan di sisi gunung) beliau turun buang air kecil,  kemudian beliau berwudlu namun dengan wudlu' yang ringan. Aku lalu bertanya, "Apakah  akan shalat wahai Rasulullah? ' beliau menjawab: "Shalat masih ada di depanmu." Beliau lalu  mengendarai tunggangannya hingga sampai di Muzdalifaah beliau turun dan wudlu' secara  sempurna, kemudian iqamah dikumandangkan, dan beliau pun melaksanakan shalat  Maghrib. Kemudian orang-orang menambatkan unta-unta mereka pada tempatnya, lalu  iqamat isya` dikumandangkan, beliau lalu mengerjakan shalat isya` tanpa mengerjakan  shalat yang lain di antara keduanya." 

  137. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin 'Abdurrahman berkata, telah  mengabarkan kepada kami Abu Salamah Al Khaza'i Manshur bin Salamah berkata, telah  mengabarkan kepada kami Ibnu Bilal -yaitu Sulaiman- dari Zaid bin Aslam dari 'Atha' bin  Yasar dari Ibnu 'Abbas, bahwa dia berwudlu', ia mencuci wajahnya, lalu mengambil air satu  cidukan tangan dan menggunakannya untuk berkumur dan istintsaq, lalu ia kembali  mengambil satu cidukan tangannya dan menjadikannya begini -menuangkan pada  tangannya yang lain-, lalu dengan kedua tangannya ia membasuh wajahnya, lalu mengambil  air satu cidukan dan membasuh tangan kanannya, lalu kembali mengambil air satu cidukan  dan membasuh tangannya yang sebelah kiri. Kemudian mengusap kepala, lalu mengambil air  satu cidukan dan menyela-nyela kaki kanannya hingga membasuhnya, lalu mengambil air  satu cidukan lagi dan membasuh kaki kirinya. Setelah itu ia berkata, "Seperti inilah aku lihat  Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berwudlu." 

  138. Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin 'Abdullah berkata, telah menceritakan kepada  kami Jarir dari Manshur dari Salim bin Abu Al Ja'd dari Kuraib dari Ibnu 'Abbas dan sampai  kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Jika salah seorang dari kalian  ingin mendatangi isterinya (untuk bersetubuh), maka hendaklah ia membaca; 'ALLAHUMMA  JANNIBNASY SYAITHAANA WA JANNIBISY SYAITHAANA MAA RAZAQTANAA (Ya Allah,  jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau rizkikan (anak)  kepada kami) '. Jika dikaruniai anak dari hubungan keduanya maka setan tidak akan dapat  mencelakakan anak itu." 

  139. Telah menceritakan kepada kami Adam berkata, telah menceritakan kepada kami  Syu'bah dari Abdul 'Aziz bin Shuhaib berkata, aku mendengar Anas berkata, "Jika Nabi  shallallahu 'alaihi wasallam masuk ke dalam WC, maka beliau berdo'a: ALLAHUMMA INNI  A'UUDZU BIKA MINAL KHUBUTSI WAL KHBA`ITS (Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari  setan laki-laki dan setan perempuan) '. Dan hadits ini dikuatkan oleh Ibnu 'Ar'arah dari  Syu'bah, dan Ghundar berkata dari Syu'bah ia berkata, "Jika mendatangi WC." Dan Musa dari  Hammad, "Jika masuk." Dan Sa'id bin Zaid berkata, telah menceritakan kepada kami Abdul  'Aziz, "Jika mau masuk." 

  140. Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Muhammad berkata, telah  menceritakan kepada kami Hasyim bin Al Qasim telah menceritakan kepada kami Warqa'  dari 'Ubaidullah bin Abu Yazid dari Ibnu 'Abbas, bahwa pernah Nabi shallallahu 'alaihi  wasallam masuk kedalam WC, lalu aku letakkan bejana berisi air. Beliau lantas bertanya:  "Siapa yang meletakkan ini?" Aku lalu memberitahukannya, maka beliau pun bersabda: "Ya  Allah pandaikanlah dia dalam agama." 

  141. Telah menceritakan kepada kami Adam berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu  Abu Dzi'b berkata, telah menceritakan kepada kami Az Zuhri dari 'Atha' bin Yazid Al Laitsi  dari Abu Ayyub Al Anshari berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika  salah seorang dari kalian masuk ke dalam WC untuk buang hajat, maka janganlah  menghadap ke arah kiblat membelakanginya. Hendaklah ia menghadap ke arah timurnya  atau baratnya." 

  142. Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf berkata, telah menceritakan  kepada kami Malik telah mengabarkan kepada kami Yahya bin Sa'id dari Muhammad bin  Yahya bin Hibban dari pamannya Wasi' bin Hibban dari 'Abdullah bin 'Umar bahwa ia  berkata, "Orang-orang berkata, "Jika kamu menunaikan hajatmu maka janganlah  menghadap kiblat atau menghadap ke arah Baitul Maqdis." 'Abdullah bin 'Umar lalu berkata,  "Pada suatu hari aku pernah naik atap rumah milik kami, lalu aku melihat Rasulullah  shallallahu 'alaihi wasallam buang hajat menghadap Baitul Maqdis di antara dua dinding.  Lalu ada seseorang yang berkata, "Barangkali kamu termasuk dari orang-orang yang shalat  dengan mendekatkan paha (ke tanah)?" Maka aku jawab, "Demi Allah, aku tidak tahu."  Malik berkata, "Yaitu orang yang shalat namun tidak mengangkat (paha) dari tanah ketika  sujud, yakni menempel tanah." 

  143. dari  'Aisyah, bahwa jika isteri-isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ingin buang hajat, mereka  keluar pada waktu malam menuju tempat buang hajat yang berupa tanah lapang dan  terbuka. Umar pernah berkata kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, "Hijabilah isteriisteri  Tuan." Namun Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak melakukannya. Lalu pada suatu  malam waktu Isya` Saudah binti Zam'ah, isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, keluar  (untuk buang hajat). Dan Saudah adalah seorang wanita yang berpostur tinggi. 'Umar lalu  berseru kepadanya, "Sungguh kami telah mengenalmu wahai Saudah! ' Umar ucapkan  demikian karena sangat antusias agar ayat hijab diturunkan. Maka Allah kemudian  menurunkan ayat hijab." Telah menceritakan kepada kami Zakaria berkata, telah  menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Hisyam bin 'Urwah dari Bapaknya dari 'Aisyah  dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Allah telah mengizinkan kalian  (isteri-isteri Nabi) keluar untuk menunaikan hajat kalian." Hisyam berkata, "Yakni buang air  besar." 

  144. dari 'Abdullah bin 'Umar berkata, "Aku pernah naik di rumah Hafshah  karena suatu urusanku. Maka aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam buang hajat  membelakangi kiblat menghadap Syam." 

  145. 'Abdullah bin 'Umar mengabarkan kepadanya, ia berkata, "Pada suatu  hari aku pernah berada di atas rumah milik kami, saat itu aku melihat Rasulullah shallallahu  'alaihi wasallam duduk (buang hajat) di atas dua batu bata menghadap Baitul Maqdis." 

  146. 'Atha bin Abu  Maimunah ia berkata, "Aku mendengar Anas bin Malik berkata, "Jika Nabi shallallahu 'alaihi  wasallam keluar untuk buang hajat, maka aku dan seorang temanku membawakan bejana  berisi air, yakni agar beliau bisa beristinja` dengannya." 

  147. dari Abu Mu'adz -yaitu 'Atha' bin Abu Maimunah- ia berkata, "Aku  mendengar Anas berkata, "Jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar untuk buang  hajat, maka aku dan seorang temanku mengikutinya dengan membawa bejana berisi air." 

  148. dari  'Atha' bin Abu Maimunah ia mendengar Anas bin Malik berkata, "Rasulullah shallallahu  'alaihi wasallam masuk ke dalam WC untuk buang hajat, lalu aku dan seorang temanku  membawa bejana berisi air dan sebatang kayu (tongkat) untuk beliau gunakan beristinja'.  Hadits ini kuatkan oleh An-Nadlr dan Syadzan dari Syu'bah, "Al Anazah adalah tongkat yang  ujungnya ada besi." 

  149. dari 'Abdullah bin Abu  Qatadah dari Bapaknya ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda:  "Jika salah seorang dari kalian minum, maka janganlah ia bernafas dalam gelas. Dan jika  masuk ke dalam WC janganlah dia menyentuh kemaluannya dengan tangan kanannya dan  jangan membersihkan dengan tangan kanannya." 

  150. dari 'Abdullah bin Abu Qatadah dari  Bapaknya dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Jika salah seorang dari  kalian kencing maka janganlah ia memegang kemaluannya dengan tangan kanan, jangan  beristinja' dengan tangan kanan dan jangan bernafas dalam gelas saat minum." 

  151. dari  Abu Hurairah ia berkata, "Aku mengikuti Nabi shallallahu 'alaihi wasallam saat beliau keluar  untuk buang hajat, dan beliau tidak menoleh (ke kanan atau ke kiri) hingga aku pun  mendekatinya. Lalu Beliau bersabda: "Carikan untukku batu untuk aku gunakan beristinja'  dan jangan bawakan tulang atau kotoran hewan." Lalu aku datang kepada beliau dengan  membawa kerikil di ujung kainku, batu tersebut aku letakkan di sisinya, lalu aku berpaling  darinya. Setelah selesai beliau gunakan batu-batu tersebut." 

  152. 'Abdurrahman  bin Aswad dari Bapaknya bahwa ia mendengar 'Abdullah berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi  wasallam pergi ke WC, lalu beliau memerintahkan aku membawakan tiga buah batu. Aku  hanya mendapatkan dua batu, lalu aku mencari batu yang ketiga, namun aku tidak  mendapatkannya hingga aku pun mengambil kotoran hewan yang sudah kering. Kemudian  semua itu aku bahwa ke hadapan Nabi. Namun beliau hanya mengambil dua batu dan  membuang kotoran hewan yang telah kering tersebut seraya bersabda: "Ini najis." Ibrahim  bin Yusuf berkata dari Bapaknya dari Abu Ishaq berkata, telah menceritakan kepadaku  'Abdurrahman." 

  153. dari Ibnu 'Abbas berkata, "Nabi  shallallahu 'alaihi wasallam berwudlu' sekali sekali." 

  154. dari 'Abdullah bin  Zaid, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berwudlu dua kali dua kali." 

  155. dari Syihab bahwa 'Atha' bin Yazid mengabarkan  kepadanya bahwa Humran mantan budan 'Utsman mengabarkan kepadanya, bahwa ia telah  melihat 'Utsman bin 'Affan minta untuk diambilkan bejana (berisi air). Lalu dia menuangkan  pada telapak tangannya tiga kali lalu membasuh keduanya, lalu ia memasukkan tangan  kanannya ke dalam bejana lalu berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung,  kemudian membasuh wajahnya tiga kali, kemudian membasuh kedua tangan hingga siku  tiga kali, kemudian mengusap kepala, kemudian membasuh kedua kakinya tiga kali hingga  kedua mata kaki. Setelah itu ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:  "Barangsiapa berwudlu seperti wudluku ini, kemudian dia shalat dua rakaat dan tidak  berbicara antara keduanya, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni." Dan dari Ibrahim  berkata, Shalih bin Kaisan berkata, Ibnu Syihab berkata. Tetapi 'Urwah menceritakan dari  Humran, "Ketika 'Utsman berwudlu, dia berkata, "Maukah aku sampaikan kepada kalian  sebuah hadits yang kalau bukan karena ada satu ayat tentu aku tidak akan  menyampaikannya? Aku pernah mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:  "Tidaklah seorang laki-laki berwudlu dengan membaguskan wudlunya kemudian  mengerjakan shalat, kecuali akan diampuni (dosa) antara wudlunya dan shalatnya itu hingga  selesai shalatnya." 'Urwah berkata, "Ayat yang dimaksud adalah: '(Sesungguhnya orangorang  yang menyembunyikan apa yang telah kami turunkan) ' (Qs. Al Baqarah: 159). 

  156. Abu Hurairah dari Nabi shallallahu  'alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda: "Barangsiapa berwudlu hendaklah mengeluarkan  (air dari hidung), dan barangsiapa beristinja' dengan batu hendaklah dengan bilangan ganjil." 

  157. dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah  shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika salah seorang dari kalian berwudlu hendaklah  dengan memasukkan air ke dalam hidung, barangsiapa beristinja' dengan batu hendaklah  dengan bilangan ganjil. Dan jika salah seorang dari kalian bangun dari tidurnya, hendaklah  membasuh kedua telapak tangannya sebelum memasukkannya dalam bejana air wudlunya,  sebab salah seorang dari kalian tidak tahu ke mana tangannya bermalam." 

  158. dari Abdullah bin 'Amru berkata, "Nabi  shallallahu 'alaihi wasallam pernah tertinggal dari kami dalam suatu perjalanan yang kami  lakukan, beliau lalu dapat menyusul saat kami hampir kehabisan waktu shalat 'Ashar  sehingga kami berwudlu dengan hanya mengusap kaki kami. Maka Nabi shallallahu 'alaihi  wasallam berseru dengan suara yang keras: "Tumit-tumit yang tidak terkena air wudlu akan  masuk ke dalam neraka." Beliau ucapkan itu hingga tiga kali." 

  159. dari  Humran mantan budak 'Utsman bin 'Affan, bahwa ia melihat 'Utsman bin 'Affan minta untuk  diambilkan air wudlu. Ia lalu menuang bejana itu pada kedua tangannya, lalu ia basuh kedua  tangannya tersebut hingga tiga kali. Kemudian ia memasukkan tangan kanannya ke dalam air  wudlunya, kemudian berkumur, memasukkan air ke dalam hidung dan mengeluarkannya.  Kemudian membasuh mukanya tiga kali, membasuh kedua lengannya hingga siku tiga kali,  mengusap kepalanya lalu membasuh setiap kakinya tiga kali. Setelah itu ia berkata, "Aku  telah melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berwudlu seperti wudluku ini, beliau lalu  bersabda: "Barangsiapa berwudlu seperti wudluku ini, kemudian dia shalat dua rakaat dan  tidak berbicara antara keduanya, maka Allah mengampuni dosanya yang telah lalu." 

  160. Muhammad bin Ziyad  berkata, "Aku mendengar Abu Hurairah berkata saat dia lewat di hadapan kami, sementara  saat itu orang-orang sedang berwudlu, "Sempurnakanlah wudlu kalian! Sesungguhnya Abul  Qasim shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tumit-tumit yang tidak terkena air wudlu akan  masuk neraka." 

  161. dari 'Ubaid bin Juraij bahwa dia berkata kepada  'Abdullah bin 'Umar, "Wahai Abu 'Abdurrahman, aku melihat anda mengerjakan empat hal  yang tidak aku lihat seorangpun dari sahabatmu melakukannya!" 'Abdullah bin 'Umar  berkata, "Apa sajakah itu wahai Ibnu Juraij?" Ibnu Juraij berkata, "Aku melihat anda tidak  menyentuh rukun-rukun (Ka'bah) kecuali rukun Yamani, aku melihat anda mengenakan  sandal terbuat dari kulit, aku melihat anda mengecat (rambut) dengan berwarna kuning, dan  saat manusia di Makkah melakukan talbiyah setelah melihat hilal aku melihat anda tidak  melakukannya kecuali pada hari tarwiyah?" 'Abdullah bin 'Umar pun berkata, "Adapun  tentang rukun Ka'bah, sungguh aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi  wasallam mengusapnya kecuali rukun Yamani. Sedangkan mengenai sandal dari kulit,  sungguh aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga mengenakan sandal kulit  yang tidak berbulu, dan berwudlu dengan tetap mengenakannya, dan aku suka bila tetap  mengenakannya. Adapun tentang warna kuning, sungguh aku melihat Rasulullah shallallahu  'alaihi wasallam mencelup dengan warna tersebut dan aku juga suka melakukannya. Dan  tentang talbiyah, sungguh belum pernah aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam  bertalbiyah kecuali setelah kendaraannya melaju (menuju Mina)." 

  162. dari Ummu 'Athiyah  berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada mereka saat memandikan  puterinya: "Hendaklah kalian mulai dari yang sebelah kanan dan anggota wudlunya." 

  163. dari 'Aisyah berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam  suka memulai dari sebelah kanan saat mengenakan sandal, menyisir rambut, bersuci dan  selainnya." 

  164. dari Anas bin Malik berkata,  "Ketika waktu shalat Ashar tiba, orang-orang mencari air wudlu namun tidak  mendapatkannya. Lalu aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam diberi air wudlu,  Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian meletakkan tangannya di atas bejana  tersebut seraya memerintahkan orang-orang untuk berwudlu darinya." Anas berkata, "Aku  melihat air keluar dari jari-jari beliau hingga semua orang sampai yang terakhir dapat  berwudlu." 

  165. dari Ibnu Sirin berkata, "Aku berkata kepada Abidah, "Kami memiliki  rambut Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang kami dapat dari Anas, atau keluarga Anas.' Ia  lalu berkata, "Sekiranya aku memiliki satu helai rambut Rasulullah, maka itu lebih aku sukai  daripada dunia dan seisinya." 

  166. dari Anas, bahwa ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi  wasallam mencukur rambutnya, maka Abu Thalhah adalah orang yang pertama mengambil  rambut beliau." 

  167. dari Abu Hurairah berkata, "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam  bersabda: "Jika anjing menjilat bejana seorang dari kalian, maka hendaklah ia cuci hingga  tujuh kali." 

  168. dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam,  bahwa ada seorang laki-laki melihat seekor anjing menjilat-jilat tanah karena kehausan, lalu  orang itu mengambil sepatunya dan mengisinya air untuk kemudian diminumkan kepada  anjing tersebut hingga kenyang. Allah lalu berterima kasih kepadanya dan memasukkannya  ke dalam surga." Ahmad bin Syabib berkata, telah menceritakan kepada kami Bapakku dari  Yunus dari Ibnu Syihab berkata, telah menceritakan kepadaku Hamzah bin 'Abdullah dari  Bapaknya, bahwa pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ada beberapa anjing  yang kencing dan membuang kotoran di dalam masjid, namun para sahabat tidak  menyiramnya dengan sesuatu." 

  169. dari 'Adi bin Hatim berkata, "Aku  bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau lalu menjawab: "Jika kamu melepas  anjing buruanmu yang telah terlatih lalu ia mendapatkan hasil buruan, maka makanlah hasil  buruannya. Jika anjing itu memakannya maka kamu jangan memakannya, sebab ia  menangkap untuk dirinya sendiri." Aku lalu bertanya lagi, "Aku melepas anjing buruanku,  lalu aku mendapati anjinglain bersama dengan anjingku?" Beliau menjawab: "Jangan kamu  makan, karena kamu membaca basmalah untuk anjingmu dan tidak untuk anjing yang lain." 

  170. dari Abu  Hurairah berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seorang hamba akan selalu  dihitung shalat selama ia di masjid menunggu shalat dan tidak berhadats." Lalu ada seorang  laki-laki non-Arab berkata, "Apa yang dimaksud dengan hadats wahai Abu Hurairah?" Abu  Hurairah menjawab, "Suara." Yaitu kentut. 

  171. dari 'Abbad bin Tamim dari Pamannya dari Nabi  shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Janganlah kamu pergi hingga engkau  mendengar suara atau mencium bau." 

  172. Ali berkata, "Aku adalah seorang laki-laki yang mudah mengeluarkan  madzi, karena malu untuk bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka aku  suruh Miqdad bin Al Aswad untuk bertanya. Lalu ia pun bertanya, beliau kemudian  menjawab: "Cukup baginya berwudlu." Syu'bah juga meriwayatkan dari Al A'masy." 

  173. bahwa Zaid bin Khalid mengabarkan kepadanya, bahwa ia pernah bertanya 'Utsman bin  'Affan radliallahu 'anhu, Aku bertanya, "Apa pendapatmu jika seorang laki-laki berhubungan  badan dengan isterinya namun tidak keluar air mani?" 'Utsman menjawab, "Hendaknya ia  berwudlu seperti wudlunya untuk shalat, lalu membasuh kemaluannya." Utsman  melanjutkan, "Aku mendengarnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, aku  menanyakan hal itu kepada 'Ali, Zubair, Thalhah, dan Ubay bin Ka'b? radliallahu 'anhum.  Mereka semua menyuruh untuk melakukannya." 

  174. dari Abu Sa'id Al Khudri, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengirim  seorang utusan kepada seorang laki-laki Anshar. Maka laki-laki Anshar itu pun datang  sementara kepalanya basah. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Sepertinya  kami telah membuat kamu tergesa-gesa?" Laki-laki Anshar itu menjawab, "Benar."  Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu bersabda: "Jika kamu dibuat tergesa-gesa atau  tertahan (tidak mengeluarkan mani), maka cukup bagimu berwudlu." Hadits ini dikuatkan  juga oleh Wahhab ia berkata, telah menceritakan kepada kami Syu'bah. Abu 'Abdullah  berkata, riwayat Ghundar dan Yahya dari Syu'bah tidak menyebutkan 'wudlu'." 

  175. dari Usamah bin Zaid, bahwa ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam  bertolak meninggalkan 'Arafah beliau menuju bukit dan menunaikan hajatnya." Usamah bin  Zaid berkata, "Aku lalu menuangkan air untuknya hingga beliau pun berwudlu. aku lalu  berkata, "Wahai Rasulullah, apakah kita akan shalat di sini?" Beliau menjawab: "Tempat  shalat ada di depanmu." 

  176. dari Al Mughirah  bin Syu'bah, bahwa dia pernah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam suatu  perjalanan. Beliau lalu pergi untuk buang hajat, sementara Al Mughirah menuangkan air  untuk beliau hingga beliau pun berwudlu, membasuh muka, mengusap kepala dan sepasang  sepatunya." 

  177. dari Kuraib mantan budak Ibnu 'Abbas, bahwa 'Abdullah bin  'Abbas mengabarkan kepadanya, bahwa ia pada suatu malam pernah bermalam di rumah  Maimunah, isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan bibinya dari pihak ibu. Katanya, "Aku  berbaring di sisi bantal sementara Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan isterinya berbaring  pada bagian panjang (tengahnya). Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu tidur hingga  pada tengah malam, atau kurang sedikit, atau lewat sedikit, beliau bangun dan duduk sambil  mengusap sisa-sisa kantuk yang ada di wajahnya dengan tangan. Beliau kemudian membaca  sepuluh ayat terakhir dari Surah Ali 'Imran. Kemudian berdiri menuju tempat wudlu, beliau  lalu berwudlu dengan memperbagus wudlunya, lalu shalat." Ibnu 'Abbas berkata, "Maka  akupun ikut dan melakukan sebagaimana yang beliau lakukan, aku lalu berdiri di  sampingnya. Beliau kemudian meletakkan tangan kanannya di kepalaku seraya memegang  telingaku hingga menggeserku ke sebelah kanannya. Kemudian beliau shalat dua rakaat,  kemudian dua rakaat, kemudian dua rakaat, kemudian dua rakaat, kemudian witir. Setelah  itu beliau tidur berbaring hingga tukang adzan mendatanginya, beliau lalu berdiri dan shalat  dua rakaat ringan, kemudian keluar untuk menunaikan shalat Subuh." 

  178. dari Hisyam bin 'Urwah dari isterinya Fatimah dari neneknya Asma` binti Abu Bakar bahwa ia  berkata, "Aku pernah menemui 'Aisyah, isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, ketika terjadi  gerhana matahari. Saat itu orang-orang sedang melaksanakan shalat dan saat itu iapun  berdiri shalat. Setelah itu aku katakan kepadanya, "Apa yang dilakukan orang-orang?" Aisyah  lalu memberi isyarat dengan tangannya ke arah langit seraya berkata, "Maha suci Allah." Aku  lalu berkata, "Satu tanda kekuasaan Allah." Lalu dia mengiyakan dengan memberi isyarat.  Maka akupun ikut shalat sementara timbul perkara yang membingungkanku, hingga aku  siram kepalaku dengan air. Selesai shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam  mengucapkan puja dan puji kepada Allah, kemudian beliau bersabda: "Tidak ada sesuatu  yang belum diperlihatkan kepadaku, kecuali aku sudah melihatnya dari tempatku ini hingga  surga dan neraka. Dan telah diwahyukan kepadaku bahwa kalian akan terkena fitnah dalam  qubur kalian seperti, atau hampir serupa dengan fitnah Dajjal yang aku sendiri tidak tahu  fitnah apakah itu." Asma` berkata, "Setiap salah seorang dari kalian akan didatangkan (dalam  sidang), lalu dikatakan kepadanya, 'Apa yang kamu ketahui tentang laki-laki ini (Rasulullah)? '  Adapun orang beriman atau orang yang yakin -aku tidak tahu mana yang Asma' ucapkan-,  lalu orang tersebut akan menjawab, 'Dia adalah Muhammad utusan Allah. Ia datang kepada  kami membawa penjelasan dan petunjuk. Kami lalu menyambutnya, beriman dan mengikuti  seruannya.' Maka kepada orang itu dikatakan, 'Tidurlah kamu dengan baik, sungguh kami  telah mengetahui bahwa kamu adalah orang beriman.' Adapun Munafik atau pelaku dosa  besar -Aku tidak tahu mana yang diucapkan Asma'- akan menjawab, 'Aku tidak tahu siapa  dia, aku mendengar orang-orang mengatakan sesuatu maka aku pun mengikuti ucapan  tersebut'." 

  179. dari 'Amru bin Yahya Al Mazini dari Bapaknya bahwa ada seorang laki-laki  berkata kepada 'Abdullah bin Zaid -dia adalah kakek 'Amru bin Yahya-, "Bisakah engkau  perlihatkan kepadaku bagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berwudlu?"  'Abdullah bin Zaid lalu menjawab, "Tentu." Abdullah lalu minta diambilkan air wudlu, lalu ia  menuangkan air pada kedua tangannya dan membasuhnya dua kali, lalu berkumur dan  mengeluarkan air dari dalam hidung sebanyak kali, kemudian membasuh mukanya tiga kali,  kemudian membasuh kedua tangan dua kali dua kali sampai ke siku, kemudian mengusap  kepalanya dengan tangan, dimulai dari bagian depan dan menariknya hingga sampai pada  bagian tengkuk, lalu menariknya kembali ke tempat semula. Setelah itu membasuh kedua  kakinya." 

  180. dari 'Amru dari Bapaknya berkata, "Aku pernah menyaksikan 'Amru bin Abu Hasan  bertanya kepada 'Abdullah bin Zaid tentang wudlunya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Lalu  ia minta diambilkan satu gayung air, kemudian ia memperlihatkan kepada mereka cara  wudlu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Ia menuangkan air dari gayung ke telapak tangannya  lalu mencucinya tiga kali, kemudian memasukkan tangannya ke dalam gayung, lalu  berkumur-kumur, lalu memasukkan air ke hidung lalu mengeluarkannya kembali dengan tiga  kali cidukan, kemudian memasukkan tangannya ke dalam gayung, lalu membasuh mukanya  tiga kali, kemudian membasuh kedua tangannya dua kali sampai ke siku. Kemudian  memasukkan tangannya ke dalam gayung, lalu mengusap kepalanya dengan tangan; mulai  dari bagian depan ke belakang dan menariknya kembali sebanyak satu kali, lalu membasuh  kedua kakinya hingga mata kaki." 

  181. Abu Juhaifah berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah keluar mendatangi  kami di waktu tengah hari yang panas. Beliau lalu diberi air wudlu hingga beliau pun  berwudlu, orang-orang lalu mengambil sisa air wudlu beliau seraya mengusapngusapkannya.  Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam shalat zhuhur dua rakaat dan  'ashar dua rakaat sedang di depannya diletakkan tombak kecil." Abu Musa berkata, "Nabi  shallallahu 'alaihi wasallam meminta bejana berisi air, beliau lalu membasuh kedua tangan  dan mukanya di dalamnya, lalu menyentuh air untuk memberkahinya seraya berkata kepada  keduanya (Abu Musa dan Bilal): "Minumlah darinya dan usapkanlah pada wajah dan leher  kalian berdua." 

  182. dari Ibnu Syihab berkata, Mahmud bin Ar Rabi' mengabarkan kepadaku, ia berkata,  "Dialah orang yang diberkahi oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di wajahnya saat dia  masih kecil dari sumur mereka." Dan 'Urwah menyebutkan dari Al Miswar, dan Selainnya -  setiap dari keduanya saling membenarkan satu sama lain-, bahwa ketika Nabi shallallahu  'alaihi wasallam berwudlu, hampir saja mereka berkelahi memperebutkan bejana bekas  wudlu beliau." 

  183. As Sa'ib bin  Yazid berkata, "Bibiku pergi bersamaku menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu ia  berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya putra saudara perempuanku ini sedang sakit."  Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengusap kepalaku dan memohonkan keberkahan  untukku. Kemudian beliau berwudlu, maka aku pun minum dari sisa air wudlunya, kemudian  aku berdiri di belakangnya hingga aku melihat ada tanda kenabian sebesar telur burung di  pundaknya." 

  184. dari  'Abdullah bin Zaid, bahwa ia menuangkan air dari gayung ke telapak tangannya lalu  mencucinya, atau berkumur-kumur, lalu memasukkan air ke hidung dari satu cedukan  telapak tangannya. Dia lakukan ini tiga kali. Kemudian membasuh kedua tangannya sampai  ke siku dua kali dua kali. Kemudian mengusap kepalanya dengan tangan dan menariknya (ke  belakang kepala) lalu mengembalikannya sekali, lalu membasuh kedua kakinya hingga ke  mata kaki. Setelah itu ia berkata, "Begitulah wudlunya Rasulullah shallallahu 'alaihi  wasallam." 

  185. dari 'Amru bin Yahya dari Bapaknya berkata; Aku pernah menyaksikan  'Amru bin Abu Hasan bertanya kepada 'Abdullah bin Zaid tentang wudlunya Nabi shallallahu  'alaihi wasallam. Abdullah lalu minta diambilkan bejana berisi air, lalu ia memperlihatkan  kepada mereka cara wudlu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Lalu ia memulai dengan  menuangkan air dari bejana ke telapak tangannya lalu mencucinya tiga kali. Kemudian  memasukkan tangannya ke dalam bejana, lalu berkumur-kumur, lalu memasukkan air ke  hidung dan mengeluarkannya kembali dengan tiga kali cidukan. Kemudian memasukkan  tangannya ke dalam bejana dan membasuh mukanya tiga kali, kemudian memasukkan  tangannya ke dalam bejana dan membasuh kedua tangannya sampai ke siku dua kali dua  kali. Kemudian ia memasukkan tangannya ke dalam bejana dan mengusap kepalanya dengan  tangan, ia mulai dari bagian depan ke belakang lalu mengembalikannya lagi (ke arah depan),  kemudian memasukkan tangannya ke dalam bejana dan membasuh kedua kakinya." Dan  telah menceritakan kepada kami Musa berkata, telah menceritakan kepada kami Wuhaib  berkata, "Ia mengusap kepalanya satu kali." 

  186. dari 'Abdullah bin 'Umar, bahwa ia berkata, "Pada masa  Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, laki-laki dan perempuan semuanya minta diajari  berwudlu." 

  187. Jabir berkata,  "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam datang menjenguk saat aku sedang sakit yang  mengakibatkan aku tidak sadar. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu berwudlu dan  menyiramkan sisa air wudlunya hingga aku pun sadar. Aku lalu bertanya, 'Wahai Rasulullah,  untuk siapakah warisan itu? Sebab aku tidak mewariskan kalalah (tidak punya anak)? ' maka  turunlah ayat tentang waris." 

  188. Anas berkata, "Waktu shalat telah  masuk, bagi orang-orang yang rumahnya dekat mereka pulang untuk wudlu, sementara yang  lain masih di dalam masjid. Lalu diberikan sebuah bejana kecil yang terbuat dari kayu kepada  Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Namun bejana itu tidak cukup untuk dimasuki oleh  telapak tangan beliau, hingga orang-orang pun berwudlu (dari jari tangan beliau) semua."  Kami lalu bertanya, "Berapa jumlah kalian saat itu?" Anas menjawab, "Lebih dari delapan  puluh orang." 

  189. dari Abu Musa, bahwa Nabi  shallallahu 'alaihi wasallam minta diambilkan bejana berisi air, beliau lalu mencuci kedua  tangan dan wajahnya dalam bejana tersebut dan mendoakan keberkahan." 

  190. dari 'Abdullah bin Zaid berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam  datang, lalu kami menyiapkan air dalam sebuah bejana yang terbuat dari tembaga. Beliau  lalu berwudlu; membasuh muka tiga kali, lalu membasuh tangan dua kali dua kali, lalu  mengusap kepalanya dimulai dari depan ke belakang dan menariknya kembali ke depan.  Kemudian membasuh kedua kakinya." 

  191. 'Aisyah berkata, "Tatkala sakit Nabi shallallahu 'alaihi wasallam semakin  berat, beliau minta izin kepada isteri-isterinya agar beliau dirawat di rumahku, lalu mereka  pun mengizinkannya. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu keluar berjalan dengan dipapah  oleh dua orang; 'Abbas dan seorang lagi." 'Ubaidullah berkata, "Aku lalu kabarkan hal itu  kepada 'Abdullah bin 'Abbas, lalu dia berkata, "Tahukah kamu, siapakah lelaki yang lain itu?"  Aku jawab, "Tidak". Dia lantas berkata, "Orang itu adalah 'Ali bin Abu Thalib? radliallahu  'anhu." 'Aisyah menceritakan bahwa ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sudah berada di  rumahnya dan sakitnya makin berat, beliau mengatakan: "Siramkan air kepadaku dari tujuh  geriba yang belun dilepas ikatannya, sehingga aku dapat memberi pesan kepada orangorang."  Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam didudukkan untuk mandi dengan ember  milik Hafshah, isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Maka kami segera menyiram beliau  hingga beliau memberi isyarat sudah cukup. Setelah itu beliau keluar menemui orangorang." 

  192. 'Amru bin Yahya dari  Bapaknya berkata, " Pamanku berlebihan dalam berwudlu, lalu ia berkata kepada 'Abdullah  bin Zaid, "Beritahu kami berdua bagaimana kamu melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam  wudlu. 'Abdullah bin Zaid minta bejana berisi air, lalu ia menuangkan ke telapak tangannya  dan mencucinya tiga kali. Kemudian memasukkan tangannya ke dalam bejana tersebut, lalu  berkumur dan mengeluarkan air dari dalam hidung sebanyak tiga kali dari satu cidukan  tangan. Kemudian memasukkan tangannya ke dalam bejana menciduk air dan membasuh  mukanya tiga kali. Kemudian membasuh tangannya sampai siku dua kali-dua kali. Kemudian  mengambil air dengan tangannya dan mengusap kepalanya, ia tarik tangannya ke belakang  kepala lalu dikembalikan ke depan. Kemudian membasuh kakinya. Setelah itu berkata,  "Begitulah aku melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berwudlu'." 

  193. dari Anas bin Malik, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam minta  untuk diambilkan bejana berisi air kepada orang-orang, maka diberikanlah satu bejana besar  dan beliau meletakkan tangannya ke dalam bejana tersebut." Anas berkata, 'Aku sengaja  memperhatikan air yang keluar dari selah-selah jari beliau." Anas melanjutkan, "Aku  menduga bahwa orang-orang yang berwudlu saat itu berjumlah antara tujuh puluh hingga  delapan puluh orang." 

  194. Anas  berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membasuh, atau mandi dengan satu sha' hingga  lima mud, dan berwudlu dengan satu mud." 

  195. dari Sa'd bin Abu  Waqash dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa beliau mengusap sepasang  sepatunya." 'Abdullah bin 'Umar menanyakan hal ini kepada 'Umar ia lalu menjawab, "Ya.  Jika Sa'd menceritakan kepadamu sebuah hadits dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka  janganlah kamu bertanya kepada selainnya." Musa bin 'Uqbah berkata, telah mengabarkan  kepadaku Abu An Nadlr bahwa Abu Salamah menceritakan kepadanya, bahwa Sa'd  menceritakan kepadanya, dan 'Umar menyebutkan kepada 'Abdullah seperti itu." 

  196. dari 'Urwah bin Al Mughirah bin Syu'bah dari bapaknya, Al Mughirah bin Syu'bah dari  Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa beliau keluar untuk buang hajat, lalu Al  Mughirah mengikutinya dengan membawa bejana berisi air. Selesai buang hajat, Al  Mughirah menuangkan air kepada beliau hingga beliau pun berwudlu dan mengusap  sepasang sepatunya." 

  197. dari Ja'far bin 'Amru bin Umayyah Al Dlamri, bahwa  Bapaknya mengabarkan kepadanya, bahwa ia pernah melihat Nabi shallallahu 'alaihi  wasallam mengusap sepasang sepatunya." Hadits ini diperkuat oleh Harb bin Syaddad dan  Aban dari Yahya. 

  198. dari Ja'far bin 'Amru bin Umayyah dari Bapaknya ia berkata, "Aku melihat Nabi shallallahu  'alaihi wasallam mengusap sorban dan sepasang sepatunya." Hadits ini diperkuat oleh  Ma'mar dari Yahya dari Abu Salamah dari 'Amru berkata, "Aku melihat Nabi shallallahu  'alaihi wasallam." 

  199. dari 'Urwah bin Al Mughirah bin Syu'bah dari Bapaknya ia berkata, "Aku  pernah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam suatu perjalanan, aku lalu merunduk  untuk melepas kedua sepatunya, namun beliau bersabda: "Biarkan saja, karena aku  mengenakannya dalam keadaan suci." Dan beliau hanya mengusap sepatunya. 

  200. dari 'Abdullah bin 'Abbas, bahwa  Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam makan paha kambing kemudian shalat dan tidak  berwudlu lagi." 

  201. Ja'far bin  'Amru bin Umayyah bahwa Bapaknya mengabarkan kepadanya, bahwa ia pernah melihat  Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memotong daging paha kambing, saat panggilan  shalat tiba beliau langsung meletakkan pisaunya dan shalat tanpa berwudlu lagi." 

  202. dari Busyair bin Yasar mantan budak Bani Haritsah,  bahwa Suwaid bin An Nu'man mengabarkan kepadanya, bahwa ia pernah keluar bersama  Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada tahun pendudukan Khaibar, hingga ketika  mereka sampai di Shahba', suatu wilayah di pinggiran Khaibar, beliau mengerjakan shalat  Ashar. Lalu beliau minta diambilkan makanan dari perbekalan yang mereka bawa, namun  tidak didapatkan kecuali makanan yang terbuat dari kurma dan gandum. Beliau kemudian  memerintahkan untuk menghidangkannya, maka dicampurlah makanan tersebut dengan air  hingga menjadi adonan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam makan dan kami pun ikut  makan. Setelah itu beliau berdiri untuk shalat Maghrib, beliau lalu berkumur-kumur dan  kami juga ikut berkumur-kumur, lalu beliau shalat tanpa berwudlu lagi." 

  203. dari Maimunah, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah makan daging  paha (kambing) di sisinya kemudian shalat tanpa berwudlu lagi." 

  204. dari Ibnu 'Abbas, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam minum  susu kemudian berkumur-kumur, beliau lalu bersabda: "Sesungguhnya susu mengandung  lemak." Hadits ini dikuatkan oleh Yunus dan Shalih bin Kaisan dari Az Zuhri. 

  205. dari 'Aisyah, bahwa Rasulullah  shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika salah seorang dari kalian mengantuk saat shalat  hendaklah ia tidur hingga hilang kantuknya, karena bila shalat dalam keadaan mengantuk ia  tidak menyadari, mungkin ia bermaksud beristighfar padahal bisa jadi ia mencaci dirinya." 

  206. dari Anas dari  Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Jika salah seorang dari kalian mengantuk  saat shalat, hendaklah tidur (dahulu) hingga ia mengetahui apa yang ia baca." 

  207. Anas bin Malik berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam  berwudlu setiap kali akan shalat." Aku bertanya, "Bagaimana cara kalian melaksanakannya?"  Anas bin Malik menjawab, "Setiap orang dari kami mencukupkan dengan sekali wudlu'  selama tidak berhadats (batal)." 

  208. Suwaid bin  An Nu'man berkata, "Kami pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam  pada tahun penaklukan Khaibar, hingga ketika kami sampai di suatu tempat bernama  Shahba', beliau mengimami kami shalat Ashar. Selesai shalat beliau minta disajikan  makanan, namun tidak ada kecuali makanan yang terbuat dari kurma dan gandum, lalu kami  makan dan minum. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beranjak untuk melaksanakan shalat  Maghrib, beliau berkumur lalu memimpin kami melaksanakan shalat maghrib tanpa  berwudlu lagi." 

  209. Ibnu 'Abbas berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi  wasallam melewati perkebunan penduduk Madinah atau Makkah, lalu beliau mendengar  suara dua orang yang sedang di siksa dalam kubur mereka. Maka Nabi shallallahu 'alaihi  wasallam pun berkata: "Keduanya sedang disiksa, dan tidaklah keduanya disiksa disebabkan  dosa besar." Lalu beliau menerangkan: "Yang satu disiksa karena tidak bersuci setelah  kencing, sementara yang satunya lagi disiksa karena suka mengadu domba." Beliau  kemudian minta diambilkan sebatang dahan kurma yang masih basah, beliau lalu membelah  menjadi dua bagian, kemudian beliau menancapkan setiap bagian pada dua kuburan  tersebut. Maka beliau pun ditanya, "Kenapa Tuan melakukan ini?" Beliau menjawab:  "Mudah-mudahan siksanya diringankan selama dahan itu masih basah." 

  210. dari Anas bin Malik berkata,  "Jika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam buang hajat aku selalu mendatanginya dengan  membawa bejana berisi air, sehingga beliau bisa bersuci dengannya." 

  211. dari  Ibnu 'Abbas berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lewat di dekat dua kuburan, lalu  beliau bersabda: "Sesungguhnya keduanya sedang disiksa, dan keduanya disiksa bukan  karena dosa besar. Yang satu disiksa karena tidak bersuci setelah kencing, sementara yang  satunya suka mengadu domba." Kemudian beliau mengambil sebatang dahan kurma yang  masih basah, beliau lalu membelahnya menjadi dua bagian kemudian menancapkannya  pada masing-masing kuburan tersebut. Para sahabat pun bertanya, "Wahai Rasulullah,  kenapa engkau melakukan ini?" beliau menjawab: "Semoga siksa keduanya diringankan  selama batang pohon ini basah." Muhammad bin Al Mutsanna berkata, telah menceritakan  kepada kami Waki' berkata, telah menceritakan kepada kami Al A'masy ia berkata, "Aku  mendengar Mujahid menyebutkan seperti itu, "Tidak bersuci setelah kencing." 

  212. dari Anas bin Malik bahwa Nabi  shallallahu 'alaihi wasallam melihat seorang 'Arab badui kencing di dalam masjid, beliau lalu  bersabda: "Biarkanlah." Setelah orang itu selesai, beliau meminta air dan menyiram  bekasnya." 

  213. Abu Hurairah berkata, "Seorang 'Arab badui berdiri dan  kencing di Masjid, lalu orang-orang ingin mengusirnya. Maka Nabi shallallahu 'alaihi  wasallam pun bersabda kepada mereka: "Biarkanlah dia dan siramlah bekas kencingnya  dengan setimba air, atau dengan seember air, sesungguhnya kalian diutus untuk memberi  kemudahan dan tidak diutus untuk membuat kesulitan." 

  214. dari Yahya bin Sa'id berkata, "Aku mendengar Anas bin  Malik berkata, "Seorang 'Arab badui datang lalu kencing di sudut Masjid, maka orang-orang  pun ingin mengusirnya, tetapi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melarang mereka. Setelah  orang itu selesai dari kencingnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam minta setimba air lalu  menyiram pada bekasnya." 

  215. dari 'Aisyah Ummul Mukminin, ia  berkata, "Pernah seorang bayi dibawa ke hadapan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu bayi  tersebut kencing hingga mengenai pakaiannya. Beliau lalu minta air dan mengusapinya  dengan auir tersebut." 

  216. dari Ummu  Qais binti Mihshan, bahwa dia datang menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam  dengan membawa anaknya yang masih kecil dan belum makan makanan. Rasulullah lalu  mendudukkan anak kecil itu dalam pangkuannya sehingga ia kencing dan mengenai pakaian  beliau. Beliau kemudian minta diambilkan air lalu memercikkannya dan tidak mencucinya." 

  217. dari Hudzaifah berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mendatangi  tempat pembuangan sampah suatu kaum, beliau lalu kencing sambil berdiri. Kemudian  beliau meminta air, maka aku pun datang dengan membawa air, kemudian beliau  berwudlu." 

  218. dari Hudzaifah berkata, "Aku berjalan-jalan  bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau lalu mendatangi tempat pembuangan  sampah suatu kaum di balik tembok dan kencing sambil berdiri sebagaimana kalian berdiri.  Aku lalu menjauh dari beliau, namun beliau memberi isyarat kepadaku agar mendekat, maka  aku pun mendekat dan berdiri di belakangnya hingga beliau selesai." 

  219. dari Abu Wa'il ia berkata, "Abu Musa Al Asy'ari sangat  berlebihan dalam urusan kencing, ia berkata, "Jika Bani Israil kencing lalu mengenai  pakaiannya, maka mereka memotong pakaiannya." Maka Hudzaifah pun berkata, "Aku tidak  setuju! Sebab Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah kencing sambil berdiri di tempat  pembuangan sampah." 

  220. dari Asma' berkata, "Seorang wanita datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi  wasallam dan bertanya "Bagaimana pendapat Tuan jika salah seorang dari kami darah  haidnya mengenai pakaiannya. Apa yang harus dilakukannya?" Beliau menjawab:  "Membersihkan darah yang menggenai pakaiannya dengan menggosoknya dengan jari, lalu  memercikinya dengan air. Kemudian shalat dengan pakaian tersebut." 

  221. dari 'Aisyah berkata, "Fatimah binti Abu Hubaiys datang menemui  Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata, "Wahai Rasulullah, aku adalah seorang wanita  yang keluar darah istihadlah (darah penyakit) hingga aku tidak suci. Apakah aku boleh  meninggalkan shalat?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu menjawab: "Jangan, sebab  itu hanyalah semisal keringat dan bukan darah haid. Jika datang haidmu maka tinggalkan  shalat, dan jika telah terhenti maka bersihkanlah sisa darahnya lalu shalat." Hisyam berkata,  "Bapakku (Urwah) menyebutkan, "Berwudlulah kamu setiap akan shalat hingga waktu itu  tiba." 

  222. dari 'Aisyah ia berkata, "Aku mencuci kain Nabi shallallahu  'alaihi wasallam sisa dari janabat, kemudian beliau keluar untuk shalat, sementara kainnya  masih nampak basahnya." 

  223. dari Sulaiman bin Yasar  berkata, "Aku bertanya kepada 'Aisyah tentang mani yang mengenai pakaian. Ia lalu  menjawab, "Aku pernah mencuci air mani dari pakaian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam,  beliau lalu keluar untuk shalat sementara sisa cucian masih nampak pada pakaian beliau." 

  224. 'Amru  bin Maimun berkata, "Aku bertanya kepada Sulaiman bin Yasar tentang pakaian yang  terkena janabat (mani), ia menjawab, " 'Aisyah pernah berkata, "Aku pernah mencuci air  mani dari pakaian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian beliau keluar untuk  shalat dan sisa cucian masih nampak pada pakaian beliau." 

  225. dari 'Aisyah, bahwa ia pernah mencuci air mani dari pakaian Nabi  shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian aku masih melihat bekas sisa cucian itu." 

  226. dari Anas bin Malik berkata,  "Beberapa orang dari 'Ukl atau 'Urainah datang ke Madinah, namun mereka tidak tahan  dengan iklim Madinah hingga mereka pun sakit. Beliau lalu memerintahkan mereka untuk  mendatangi unta dan meminum air seni dan susunya. Maka mereka pun berangkat menuju  kandang unta (zakat), ketika telah sembuh, mereka membunuh pengembala unta Nabi  shallallahu 'alaihi wasallam dan membawa unta-untanya. Kemudian berita itu pun sampai  kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjelang siang. Maka beliau mengutus rombongan  untuk mengikuti jejak mereka, ketika matahari telah tinggi, utusan beliau datang dengan  membawa mereka. Beliau lalu memerintahkan agar mereka dihukum, maka tangan dan kaki  mereka dipotong, mata mereka dicongkel, lalu mereka dibuang ke pada pasir yang panas.  Mereka minta minum namun tidak diberi." Abu Qilabah mengatakan, "Mereka semua telah  mencuri, membunuh, murtad setelah keimanan dan memerangi Allah dan rasul-Nya." 

  227. dari Anas  berkata, "Sebelum masjid dibangun, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam shalat di kandang  kambing." 

  228. dari Ibnu 'Abbas dari Maimunah, bahwa  Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah ditanya tentang bangkai tikus yang jatuh ke  dalam lemak (minyak samin). Maka Beliau menjawab: "Buanglah bangkai tikus itu ada apa  yang ada di sekitarnya, lalu makanlah lemak kalian." 

  229. dari Ibnu 'Abbas dari Maimunah, bahwa Rasulullah  shallallahu 'alaihi wasallam pernah ditanya tentang bangkai tikus yang jatuh ke dalam lemak  (minyak samin). Beliau lalu menjawab: "Buanglah bangkai tikus itu dan lemak yang ada di  sekitarnya." Ma'n berkata, telah menceritakan kepada kami Malik -apa yang aku tidak bisa  menghitungnya- ia berkata dari Ibnu 'Abbas dari Maimunah." 

  230. dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Setiap  luka yang didapatkan seorang Muslim di jalan Allah, maka pada hari kiamat keadaannya  seperti saat luka tersebut terjadi. Warnanya warna darah dan harumnya sewangi misik." 

  231. Abu Hurairah  mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kita adalah orang yang datang  terakhir dan akan menjadi yang pertama pada hari kiamat." 

  232. (Masih dari jalur periwayatan yang sama dengan hadits sebelumnya dari Abu Hurairah).  Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jangan sekali-kali salah seorang dari kalian  kencing pada air yang tidak mengalir, lalu mandi darinya." 

  233. dari Abu Ishaq berkata, telah menceritakan kepadaku 'Amru  bin Maimun bahwa 'Abdullah bin Mas'ud menceritakan kepadanya, bahwa Nabi shallallahu  'alaihi wasallam shalat di dekat Ka'bah sementara Abu Jahal dan teman-temannya duduk di  dekat beliau. Lalu sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain, 'Siapa dari kalian  yang dapat mendatangkan isi perut (jerohan) unta milik bani fulan, lalu ia letakkan di  punggung Muhammad saat dia sujud? ' Maka berangkatlah orang yang paling celaka dari  mereka, ia lalu datang kembali dengan membawa kotoran unta tersebut. Orang itu lantas  menunggu dan memperhatikan, maka ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sujud kotoran  itu ia letakkan di punggung beliau di antara kedua pundaknya. Sementara aku hanya bisa  melihatnya tidak bisa berbuat apa-apa. Duh, sekiranya aku bisa mencegah! ' Abdullah bin  Mas'ud melanjutkan kisahnya, "Lalu mereka pun tertawa-tawa dan saling menyindir satu  sama lain sedang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam keadaan sujud, beliau tidak  mengangkat kepalanya hingga datang Fatimah. Fatimah lalu membersihkan kotoran itu dari  punggung beliau, setelah itu baru Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengangkat  kepalanya seraya berdo'a: "Ya Allah, aku serahkan (urusan) Quraisy kepada-Mu." Sebanyak  tiga kali. Maka do'a tersebut membuat mereka ketakutan." 'Abdullah bin Mas'ud  meneruskan, "Sebab mereka yakin bahwa do'a yang dipanjatkan tempat itu akan diterima.  Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menyebut satu persatu nama-nama mereka: "Ya  Allah, aku serahkan (urusan) Abu Jahal kepada-Mu, 'Utbah bin Rabi'ah, Syaibah bin Rabi'ah,  Al Walid bin 'Utbah, Umayyah bin Khalaf dan 'Uqbah bin Abu Mu'aith." Dan Nabi shallallahu  'alaihi wasallam menyebut yang ke tujuh tapi aku lupa." 'Abdullah bin Mas'ud berkata,  "Sungguh aku melihat orang-orang yang disebut Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tersebut,  terbantai di pinggiran lembah Badar (dalam perang Badar)." 

  234.  dari Anas bin Malik berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi  wasallam meludah di dalam kainnya." Abu 'Abdullah berkata, "Hadits ini disebutkan secara  panjang lebar oleh Ibnu Abu Maryam. Ia berkata, telah mengabarkan kepada kami Yahya bin  Ayyub telah menceritakan kepadaku Humaid berkata, aku mendengar Anas dari Nabi  shallallahu 'alaihi wasallam." 

  235. dari 'Aisyah  dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Setiap minuman yang memabukkan  adalah haram." 

  236. dari Abu Hazm ia mendengar Sahl bin Sa'd As  Sa'idi ditanya oleh manusia -sedang saat itu antara aku dan dia tidak ada seorangpun yang  lebih mendengar tentang pengobatan luka yang diderita Nabi shallallahu 'alaihi wasallam-, ia  menjawab, "Tidak ada seorang sahabat yang masih hidup yang lebih tahu tentang itu  daripada aku. Pernah 'Ali datang membawa perisai berisi air, lalu Fatimah membersihkan  darah yang ada di wajah beliau, lalu diambilnya tikar kemudian dibakar dan ditempelkan  pada lukanya." 

  237. dari Abu Burdah dari Bapaknya ia berkata, "Aku  datang menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan aku dapati beliau sedang menggosok  gigi dengan siwak di tangannya. Beliau mengeluarkan suara, "U' U'." sementara kayu siwak  berada di mulutnya seolah ingin muntah." 

  238. dari Hudzaifah berkata, "Jika Nabi shallallahu  'alaihi wasallam bangun di malam hari, beliau membersihkan mulutnya dengan siwak." 

  239. dari Al Bara' bin 'Azib berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam  bersabda: "Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudlulah seperti wudlu untuk  shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu dan ucapkanlah: ALLAHUMMA ASLAMTU  WAJHII ILAIKA WA FAWWADLTU AMRII ILAIKA WA ALJA`TU ZHAHRII ILAIKA RAGHBATAN WA  RAHBATAN ILAIKA LAA MALJA`A WA LAA MANJAA ILLAA ILAIKA ALLAHUMMA AAMANTU  BIKITAABIKALLADZII ANZALTA WANNABIYYIKALLADZII ARSALTA (Ya Allah, aku pasrahkan  wajahku kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku  kepada-Mu dengan perasaan senang dan takut kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung  dan menyelamatkan diri dari siksa-Mu melainkan kepada-Mu. Ya Allah, aku beriman kepada  kitab-Mu yang Engkau turunkan dan kepada Nabi-Mu yang Engkau utus) '. Jika kamu  meninggal pada malammu itu, maka kamu dalam keadaan fitrah dan jadikanlah do'a ini  sebagai akhir kalimat yang kamu ucapkan." Al Bara' bin 'Azib berkata, "Maka aku ulang-ulang  do'a tersebut di hadapan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam hingga sampai pada kalimat:  ALLAHUMMA AAMANTU BIKITAABIKALLADZII ANZALTA (Ya Allah, aku beriman kepada kitab-  Mu yang Engkau turunkan), aku ucapkan: WA RASUULIKA (dan rasul-Mu), beliau bersabda:  "Jangan, tetapi WANNABIYYIKALLADZII ARSALTA (dan kepada Nabi-Mu yang Engkau utus)." 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar